Minggu, 28 Mei 2023

10 PANDUAN UNTUK MENULIS ARTIKEL YANG BERKUALITAS UNTUK BLOG DAN WEBSITE BISNIS UMKM

 

10 PANDUAN UNTUK MENULIS ARTIKEL YANG BERKUALITAS UNTUK BLOG DAN WEBSITE BISNIS UMKM

 

1. Temukan target audiens Anda

Sangat penting untuk mengetahui audiens Anda sebelum menulis artikel untuk blog bisnis UMKM atau jasa pembuatan website. Ini akan membantu Anda dalam menentukan bahasa yang tepat, konten yang relevan, dan gaya penulisan yang sesuai untuk menarik perhatian audiens Anda.

Tentukan pertama-tama demografi pelanggan Anda. Apakah mereka professional, ibu rumah tangga, mahasiswa, atau pelajar? Luangkan waktu untuk berpikir tentang apa yang membuat orang ingin membeli barang atau jasa yang Anda tawarkan. Bagaimana layanan atau product Anda dapat membantu mereka menyelesaikan masalah mereka?

Setelah mengetahui target audiens Anda, Anda dapat menunjukkan keterampilan Anda dengan membuat konten yang menyelesaikan masalah. mereka atau memberikan informasi penting yang dapat membantu mereka dalam bisnis atau kehidupan sehari-hari.

Ingatlah bahwa setiap target audiens memiliki gaya dan preferensi membaca dan mencari informasi yang berbeda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami audiens Anda sehingga Anda dapat menulis artikel dengan gaya yang mereka sukai dan memberikan informasi yang mereka butuhkan.

 

2. Penelitian kata kunci

Riset kata kunci sangat penting sebelum menulis artikel untuk blog bisnis UMKM atau jasa pembuatan website. Riset kata kunci adalah teknik untuk mencari kata kunci atau frasa yang sering dicari oleh pengguna mesin pencari seperti Google. Anda dapat menyesuaikan artikel dengan topik yang menarik perhatian calon pembaca dengan mengetahui kata kunci yang sering dicari.

Banyak program yang tersedia untuk riset kata kunci. yang tersedia secara online, seperti Ubersuggest, Ahrefs, Moz Keyword Explorer, dan Google Keyword Planner. Dengan menggunakan alat ini, Anda dapat mencari kata kunci yang relevan dengan bisnis atau jasa Anda dan menemukan kata kunci yang paling banyak dicari oleh pengguna mesin pencari.

Setelah Anda menemukan kata kunci yang tepat, pastikan untuk memasukkannya secara strategis dalam artikel Anda. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan kata kunci yang berlebihan atau tidak alami dapat memengaruhi peringkat mesin pencari artikel Anda. Oleh karena itu, pastikan untuk menulis artikel yang berkualitas, relevan, dan menggunakan kata kunci secara alami.

 

 

3. Buat ringkasan dan garis besar

Sangat disarankan untuk membuat ringkasan dan outline terlebih dahulu sebelum mulai menulis artikel. Hal ini akan membuatnya lebih mudah. Anda sedang menyusun artikel dan meningkatkan strukturnya.

Anda dapat menulis poin penting yang ingin Anda sampaikan dalam artikel dan membuat ringkasan darinya. Untuk memastikan bahwa artikel yang Anda tulis terorganisir dengan baik dan mengikuti alur yang jelas, buatlah outline.

Selain itu, membuat ringkasan dan ringkasan juga dapat membantu Anda menghindari tulisan yang berlebihan dan tidak relevan dengan topik yang sedang dibahas. Memiliki garis besar yang jelas membantu Anda menulis dengan lebih fokus dan efektif.

Sebelum Anda mulai menulis artikel, pastikan untuk memeriksa dan merevisi ringkasan dan outline yang telah Anda buat. Pastikan ringkasan dan outline tersebut memiliki alur yang logis dan dapat membantu Anda membuat artikel yang bagus.

 

4. Gunakan bahasa yang sederhana untuk difahami.

Sangat penting bagi penulis untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca saat menulis artikel untuk blog bisnis UMKM dan jasa pembuatan website. Hal ini sangat penting, terutama jika target pasar Anda adalah orang awam atau pelanggan potensial yang tidak memiliki pendidikan yang sama dengan Anda. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, artikel Anda akan lebih mudah dipahami dan diikuti oleh pembaca.

Penulis juga harus menghindari menggunakan kata-kata yang sulit dipahami atau istilah teknis yang hanya dipahami oleh beberapa orang. Pastikan Anda memberikan definisi yang mudah dipahami oleh orang awam dan memberikan contoh yang relevan jika Anda ingin menjelaskan istilah teknis.

Jangan gunakan bahasa yang terlalu formal atau berlebihan. Menulis artikel yang mudah dipahami oleh banyak orang,

 

5. Termasuk panggilan untuk tindakan (CTA)

Untuk mendorong pembaca untuk bertindak, masukkan permintaan tindakan (CTA) ke dalam artikel Anda. CTA dapat berupa formulir kontak, tautan ke halaman penjualan barang atau jasa Anda, atau halaman unduhan free.

Sehingga pembaca terdorong untuk mengambil tindakan, pastikan CTA Anda jelas dan menarik. Selain itu, Anda dapat menempatkan CTA di tempat-tempat tertentu di dalam artikel, seperti di akhir paragraf atau di bagian bawah.

Selain itu, pastikan CTA Anda sesuai dengan tujuan bisnis dan isi artikel. Jangan memaksa pembaca Anda untuk membeli barang atau jasa Anda terlalu banyak, namun berikan solusi yang menguntungkan mereka.

Dengan menambahkan CTA yang tepat, Anda dapat meningkatkan konversi dan tetap menarik pembaca untuk layanan atau bisnis Anda.

 

6. Pilih gambar yang menarik dan berhubungan dengan topik.

Gambar adalah komponen penting dari artikel blog. Membuat artikel lebih menarik bagi pembaca dengan memilih gambar yang menarik dan relevan. Pilih gambar yang relevan dengan topik artikel dan sesuai dengan demografi pembaca.

Pastikan gambar yang Anda pilih memiliki kualitas tinggi dan menarik. Saat diunggah ke blog, pastikan gambar Anda memiliki resolusi tinggi agar tidak blur atau pecah. Selain itu, pastikan format dan ukuran gambar sesuai dengan tata letak blog.

Jangan lupa untuk menambahkan alt text ke gambar juga. Alt text berfungsi sebagai deskripsi gambar yang dapat dibaca mesin pencari dan membantu meningkatkan SEO pada artikel blog. Artikel blog bisnis UMKM dan jasa pembuatan website Anda dapat menjadi lebih menarik bagi pembaca dengan using gambar sangat menarik dan relevan.

 

 

7. Mengubah dan memeriksa teks

Jangan langsung memposting article yang sudah Anda tulis untuk blog bisnis UMKM atau jasa pembuatan website. Luangkan waktu untuk mengedit dan proofread tulisan Anda daripada itu. Ini adalah langkah penting untuk memastikan produk Anda berkualitas.

Pertama, lakukan penyuntingan. Fokuskan pada bagaimana artikel Anda disusun. Pastikan gagasan Anda masuk akal dan mudah dipahami oleh pembaca. Periksa apakah bagian utama artikel Anda, seperti pengantar, badan, dan kesimpulan, telah tercakup dengan baik. Pastikan juga menunjukkan bahwa gaya Anda konsisten dan mudah dipahami.

Setelah editing, proofreading dilakukan. Cari kesalahan, seperti kesalahan gramatikal, ejaan, atau tata bahasa. Jangan hanya bergantung pada perangkat lunak; baca ulang artikel Anda. Sebagai bagian dari proses proofreading, Anda dapat meminta orang lain untuk membaca artikel Anda.

Anda dapat memastikan bahwa artikel yang Anda buat untuk blog bisnis UMKM atau jasa pembuatan website benar-benar berkualitas tinggi dan siap dibaca oleh audiens Anda dengan melakukan editing dan proofreading.

 

8. Promosikan konten melalui email newsletter dan media sosial

Jangan lupa untuk mempromosikan artikel Anda setelah selesai. Sebarkan konten Anda melalui media sosial dan newsletter email Anda. Jadi, pastikan Anda memilih platform media sosial yang tepat untuk perusahaan Anda. Karena audience di setiap platform media sosial berbeda, jangan hanya memposting artikel di satu platform. Pilih platform yang paling sesuai dengan audiens Anda dan berikan artikel yang cukup. Selain itu, Anda dapat menambahkan tautan ke artikel penuh di blog Anda dan memposting cuplikan dari artikel di media sosial.

Selain itu, gunakan newsletter email untuk menyebarluaskan informasi tentang produk Anda. Newsletter yang dikirim melalui email adalah cara yang sangat baik untuk membangun hubungan dengan pelanggan Anda dan menjaga mereka terhubung dengan bisnis Anda. Pastikan artikel Anda dimasukkan ke dalam email Anda dengan tautan, dan berikan penjelasan singkat tentang apa yang diharapkan pembaca dapatkan dari membacanya. Anda dapat meningkatkan lalu lintas ke blog Anda dengan mempromosikan konten Anda di media sosial dan newsletter email. Dengan melakukan ini, Anda dapat meningkatkan jumlah lalu lintas yang datang ke blog Anda dan meningkatkan jangkauan bisnis Anda.

 

9. Terus menulis dan menjadi lebih baik:9.

Tidak cukup hanya menulis beberapa artikel yang bagus untuk menjadi seorang penulis yang baik. Untuk membuat tulisan yang lebih baik dan menarik di masa depan, Anda harus terus belajar dan berkembang. Anda dapat mengambil kelas penulisan artikel, membaca buku tentang teknik penulisan, atau bahkan belajar dari penulis terkenal di bidang yang sama.

Selain itu, Anda harus terus memperbarui pengetahuan Anda tentang subjek yang Anda pilih untuk ditulis. Hal ini dapat membantu Anda membuat tulisan yang lebih menarik dan menarik bagi pembaca. Anda akan menjadi penulis yang semakin mahir dan terampil dengan terus belajar dan meningkatkan kemampuan penulisan Anda. Anda akan menjadi lebih mahir dalam menulis artikel untuk blog bisnis UMKM atau jasa pembuatan website. Anda harus terus belajar dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam penulisan artikel.

 

 

10. Kesimpulan dan rekomendasi tambahan

 

Menulis article untuk blog bisnis UMKM and jasa pembuatan website membutuhkan banyak persiapan dan dedikasi. Anda dapat meningkatkan kualitas artikel dan meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap merek Anda dengan mengikuti saran yang disebutkan di atas.

Namun, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan saat menulis artikel untuk perusahaan Anda selain saran yang telah disebutkan sebelumnya.

Pertama, pastikan kualitas tulisan lebih penting daripada kuantitas. Menulis satu artikel berkualitas tinggi lebih baik daripada menulis banyak artikel yang tidak relevan. dan tidak memberikan nilai tambahan kepada pembaca.

Kedua, pastikan Anda menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens Anda. Hindari menggunakan bahasa yang terlalu teknis atau khusus.

Ketiga, untuk menjaga kredibilitas karya Anda, selalu masukkan sumber dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Terakhir, jangan lupa untuk menggunakan cara yang tepat untuk mempromosikan artikel Anda: media sosial atau daftar email pelanggan.

Dengan menggunakan nasihat tambahan ini, Anda dapat meningkatkan kualitas artikel yang diposting di blog bisnis UMKM dan situs online Anda, yang dapat meningkatkan popularitas dan kepercayaan pelanggan terhadap merek Anda.

Senin, 15 Mei 2023

MAKALAH KEPRIBADIAN GURU

 

PENDIDIKAN SOSIOLOGI

 

KEPRIBADIAN GURU

Dosen pengampu matakuliah

Ibu. MARIKE MARAN S.pd,,M.pd

 

 

DI SUSUN OLEH KEL.1

1. MARSYAH CLAUDIA AWOM

2. GIDALTI KARUBABA

3. NOVELA WANMA

4. DELILA RUMPARPAM

5. FEBRIANA DAWAN

6. RATI MSIREN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjantkan kehadirat Tuhan yang maha esa, yang atas  berkatnya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ” KEPRIBADIAN GURU” . penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang di berikan dalam mata kuliah pendidikan sosiologi di universitas cendrawasih.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada Teknik penulisan  maupun materi,mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini

Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan terimah kasih yang sebesar besarnya kepada pihak pihak yang membantu  dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini

 

 

 

 

 

Biak 05, mei 2023

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

PENDIDIKAN SOSIOLOGI 1

KATA PENGANTAR. 2

DAFTAR ISI 3

BAB 1 PENDAHULUAN.. 4

A . Latar Belakang. 4

B. Rumusan Masalah. 4

C. Tujuan Penulisan. 4

D. Metode Penulisan. 5

E. Sistematika Penulisan. 5

BAB 2 PEMBAHSAN.. 5

A. PRIBADI GURU.. 5

B. Perkembangan Kepribadian Guru. 7

C. CIRI CIRI STEORITIP GURU.. 9

D. MEMILIH JABATAN GURU.. 10

E. KETEGANGAN DALAM PROFESI KEGURUAN.. 11

F. GANGUAN FISIK DAN MENTAL GURU.. 12

BAB  III PENUTUP. 13

A. Kesimpulan. 13

B. Saran. 14

DAFTAR PUSTAKA.. 14

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1 PENDAHULUAN

A . Latar Belakang

Salah satu penyebab rendahnya moral/ahlak generasi saat ini adalah rendahnya moral para guru dan orang tua. Kecenderungan tugas guru hanya mentransfer ilmu pengetahuan tanpa memperhatikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ilmu pengetahuan tersebut, apalagi kondisi pembelajaran saat ini sangat berorientasi pada perolehan angka-angka sebagai standarisasi kualitas pendidikan.

Setiap orang yang pernah sekolah, pastilah berhubungan dengan guru dan mempunyai gambaran tentang kepribadian guru. Walaupun gambaran tentang guru tidak lengkap dan mungkin tidak benar seluruhnya, namun orang akan berinteraksi dengan guru.

Guru adalah pribadi yang menentukan maju atau tidaknya sebuah bangsa dan peradaban manusia. Ditangannya, seorang anak yang awalnya tidak tahu apa-apa menjadi pribadi jenius. Melalui sepuhannyalah, lahir generasi-generasi unggul. Maka dari itu, didalam makalah ini akan dibahas tentang kepribadian guru.

 

B. Rumusan Masalah

Sesuai latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan guru dan kepribadian guru ?

2. Bagaimana perkembangan kepribadian guru ?

3. Apa saja ciri-ciri stereotip guru ?

4. Bagaimana ketegangan dalam profesi keguruan ?

 

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan pembahasan dalam makalah adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengertian guru dan kepribadian guru

2. Untuk mengetahui perkembangan kepribadian guru

3. Untuk mengetahui ciri-ciri stereotip guru

4. Untuk mengetahui ketegangan dalam profesi keguruan

D. Metode Penulisan

Adapun metode penulisan makalah yang digunakan adalah dengan cara study pustaka, yaitu mempelajari buku-buku yang kami jadikan referensi dalam pengumpulan informasi dan data yang ada kaitannya dengan masalah yang akan kami bahas serta pencarian informasi dengan melalui jalur internet.

 

E. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

 

BAB 2 PEMBAHSAN

 

A. PRIBADI GURU

Pengertian Guru dan Kepribadian Guru

1. Pengertian Guru

Menurut kamus besar bahasa Indonesia guru adalah seorang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Dalam bahasa Arab disebut mu’allim dan dalam bahasa Inggris disebut Teacher. Semua memiliki arti yang sederhana yakni "A Person Occupation is Teaching Other" artinya guru ialah seorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.

Sedangkan arti secara umumnya, guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

2. Kepribadian Guru

Ada beberapa pengertian kepribadian menurut ahli sosiologi, diantaranya:

a) Menurut Horton (1982)

Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan tempramen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu.

b) Menurut Schever Dan Lamm (1998)

Kepribadian adalah sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi. Seorang guru memiliki sikap yang dapat mempribadi sehingga dapat dibedakan ia dengan guru yang lain. Kepribadian menurut Zakiah Darajat disebut sebagai sesuatu yang abstrak, sukar dilihat secara nyata, hanya dapat diketahui lewat penampilan, tindakan, atau ucapan ketika menghadapi suatu persoalan.

Kepribadian mencakup semua unsur, baik fisik maupun psikis. Sehingga dapat diketahui bahwa setiap tindakan dan tingkah laku seseorang merupakan cerminan dari kepribadian seseorang. Setiap perkataan, tindakan, dan tingkah laku positif akan meningkatkan dan kepribadian seseorang. Begitu naik kepribadian seseorang maka akan naik pula wibawa orang tersebut.

Guru hendaknya memiliki kepribadian, yaitu diantaranya:

1. Kepribadian yang mantap dan stabil:

Ø  Bertindak sesuai dengan norma hukum

Ø  Bertindak sesuai dengan norma sosial

Ø  Memiliki konsisten dalam bertindak

2. Kepribadian berakhlak mulia:

Ø  Berakhlak mulia dan menjadi teladan

Ø  Memiliki perilaku yang diteladani oleh peserta didik

3. Kepribadian yang dewasa:

Ø  Menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik

Ø  Memiliki etos kerja sebagai guru

4. Kepribadian yang arif:

Ø  Menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat

Ø  Menunjukkan dalam berfikir dan bertindak

5. Kepribadian yang berwibawa:

Ø  Memiliki perilaku yang bersifat positif terhadap peserta didik

Ø  Memiliki perilaku yang disegani

 

Kepribadian akan turut menentukan apakah para guru dapat disebut sebagai pendidik yang baik atau sebaliknya, justru menjadi perusak anak didiknya. Guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan idola dalam seluruh segi kehidupannya. Karenanya guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya. Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan. Guru yang demikian niscaya akan selalu memberikan pengarahan kepada anak didiknya untuk berjiwa baik juga. Dalam menggerakkan murid, guru juga dianggap sebagai partner yang siap melayani, membimbing dan mengarahkan muridnya. Djamarah dalam bukunya “Guru dan Anak didik Dalam Interaksi Edukatif” menggambarkan bahwa: Guru adalah pahlawan tanpa pamrih, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan ilmu, pahlawan kebaikan, pahlawan pendidikan”.

Kemuliaan hati seorang guru diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru secara nyata dapat berbagi dengan anak didiknya. Guru tidak akan merasa lelah dan tidak mungkin mengembangkan sifat iri hati, munafik, suka menggunjing, menyuap, malas, marah-marah dan berlaku kasar terhadap orang lain, apalagi terhadap anak didiknya.

Guru sebagai pendidik dan murid sebagai anak didik dapat saja dipisahkan kedudukannya, akan tetapi mereka tidak dapat dipisahkan dalam mengembangkan diri murid dalam mencapai cita-citanya. Disinilah kemanfaatan guru bagi orang lain atau murid benar-benar dituntut, seperti hadits Nabi: ”Khoirunnaasi anfa’uhum linnaas,” artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling besar memberikan manfaat bagi orang lain (Al Hadits).

 

B. Perkembangan Kepribadian Guru

Kepribadian sesungguhnya adalah sesuatu yang abstrak, sukar dilihat atau diketahui secara nyata, yang dapat diketahui adalah penampilan atau bekasnya dalam segala aspek kehidupan. Misalnya dalam tindakan, ucapan, caranya bergaul, berpakaian, dan dalam menghadapi persoalan atau masalah.

Ada 3 faktor yang menentukan dalam perkembangan kepribadian :

1. Faktor bawaan

Unsur ini terdiri dari bawaan genetic yang menetukan diri fisik primer (warna mata, kulit) selain itu juga kecenderungan-kecenderungan dasar misalnya kepekaan, penyesuaian diri.

2. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan seperti sekolah, atau lingkungan sosial/budaya seperti teman, guru, dan lain-lain. Dapat mempengaruhi terbentuknya kepribadian.

3. Interaksi bawaan dan lingkungan

Interaksi yang terus menerus antara bawaan dan lingkungan menyebabkan timbulnya perasaan aku/diriku dalam diri seseorang.

Kepribadian guru terbentuk atas pengaruh kode kelakuan seperti yang diharapkan oleh masyarakat dan sifat pekerjaannya. Guru harus menjalankan peranannya menurut kedudukannya dalam berbagai situasi sosial.

Tingkah laku atau moral guru pada umumnya, merupakan penampilan lain dari kepribadian. Bagi anak didik yang masih kecil guru adalah contoh teladan yang sangat penting dalam pertumbuhannya, guru adalah orang pertama sesudah orang tua, yang mempengaruhi pembinaan kepribadian anak didik. Jika tingkah laku atau akhlak guru tidak baik, maka umunya akhak-akhlak anak didik akan rusak, karena anak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang dikaguminya. Atau dapat juga menyebabkan anak didik gelisah, cemas atau terganggu jiwa karena ia menemukan contoh yang berbeda atau berlawanan dengan contoh yang selama ini didapatnya di rumah dari orang tuanya.

Menurut Athiyah Al-Abrosy bahwasannya sifat-sifat yang seyogyanya dimiliki seorang guru:

Hubungan guru dengan murid harus baik.

ü  Guru harus selalu memperhatikan murid serta pelajaran mereka.

ü  Guru harus peka terhadap lingkungan sekitar murid.

ü  Guru wajib menjadi contoh/teladan di dalam keadilan dan keindahan serta kemuliaan.

ü  Guru wajib ikhlas di dalam pekerjaannya.

ü  Guru wajib menghubungkan masalah yang berhubungan dengan kehidupan.

ü  Guru harus selalu membaca dan mengadakan penyelidikan.

ü  Guru harus mampu mengajar bagus penyiapannya dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya.

ü  Guru harus punya niat yang tetap.

ü  Guru harus sehat jasmaninya.

ü  Guru harus punya pribadi yang mantap.

Dalam situasi kelas, guru menghadapi sejumlah murid yang harus dipandangnya sebagai anaknya. Sebaliknya murid-murid akan memperlakukannya sebagai bapak guru dan ibu guru. Berkat kedudukannya, maka guru di dewasakan atau di tuakan, sekalipun menurut usia yang sebenarnya belum pantas menjadi orang tua. Dalam menjalankan peranannya sebagai guru, ia lambat laun membentuk kepribadiannya. Ia diperlakukan oleh lingkungan sosialnya sebagai guru dan ia bereaksi sebagai guru pula. Jadi ia menjadi guru karena diperlakukan dan belaku sebagai guru.

Kedudukannya sebagai guru, akan membatasi kebebasannya serta dapat membatasi pergaulannya. Seorang guru tidak akan diajak melakukan kegiatan yang rasanya kurang layak bagi guru, tetapi seorang guru akan mencari pergaulannya terutama dari kalangan guru yang sependirian dengannya.

C. CIRI CIRI STEORITIP GURU

Stereotip guru adalah hal-hal yang sering dilakukan oleh para guru. Stereotip juga bisa diartikan sebagai sifat kepribadian. Yang berkembang dimasyarakat adalah adanya suatu anggapan bahwa yang stereotip selalu dianggap benar, sedangkan yang diluar stereotip dianggap salah.

Ciri-ciri stereotip guru, yaitu:

1. Guru tidak memperlihatkan kepribadian yang fleksibel

Ia cenderung mempunyai pendirian yang tegas dan mempertahankannya. Ia kurang terbuka bagi pendirian lain yang berbeda karenanya ia sulit melihat kebenaran pendapat orang lain atau cara orang lain memecahkan masalah.

2. Guru pandai menahan diri

Ia selalu hati-hati dan tidak mudah menceburkan diri dalam pergaulan dengan orang lain.

3. Guru cenderung untuk menjauhkan diri untuk bergaul dengan orang lain

Karena kecenderungan guru bergaul dengan orang lain, maka orang lainpun sukar untuk mengadakan hubungan akrab dengan guru.

4. Guru berusaha menjaga harga diri dan merasa keterikatan kelakuannya pada norma-norma yang berkenaan dengan kedudukannya.

Maka dari itu ia berfikir, baginya guru itu orang yang terhormat dan karena itu sebagai guru harus berprilaku sesuai dengan kedudukan itu.

5. Guru cenderung bersikap otoriter dan ingin “menggurui” dalam diskusi

Ia sebagai guru merasa orang yang serba tahu dalam kelas, sehingga dengan merasa sebagai orang yang serba tahu ia akan akan memperlihatkan sikapnya itu di luar kelas.

6. Guru pada umumnya tidak didorong oleh motivasi yang kuat untuk menjadi guru

Seseorang yang memasuki lembaga pendidikan guru, tidak sepenuhnya didorong dari hati, melainkan sering karena pilhan lain tertutup, ataupun berkat dorongan dari orang tua.

7. Guru menunjukan kesediaan untuk berbakti dan berjasa

8. Guru pada umumnya tidak mempunyai ambisi yang kuat untuk mencapai kemajuan

Ciri-ciri guru diatas tidak dapat dibuktikan kebenarannya, namun orang akan mempunyai suatu bayangan tertentu tentang pribadi guru pada umumnya, orang akan berinteraksi dengan guru berdasarkan gambaran apa adanya.

Matsumoto (1996) menunjukkan bahwa kita dapat belajar untuk mengurangi stereotip yang kita miliki dengan mengakui tiga poin kunci mengenai stereotip, yaitu:

Stereotip didasarkan pada penafsiran yang kita hasilkan atas dasar cara pandang dan latar belakang budaya kita. Stereotip juga dihasilkan dari komunikasi kita dengan pihak-pihak lain, bukan dari sumbernya langsung. Karenanya interpretasi kita mungkin salah, didasarkan atas fakta yang keliru atau tanpa dasar fakta.

Stereotip seringkali diasosiasikan dengan karakteristik yang bisa diidentifikasi. Ciri-ciri yang kita identifikasi seringkali kita seleksi tanpa alasan apapun. Artinya bisa saja kita dengan begitu saja mengakui suatu ciri tertentu dan mengabaikan ciri yang lain.

Stereotip merupakan generalisasi dari kelompok kepada orang-orang di dalam kelompok tersebut. Generalisasi mengenai sebuah kelompok mungkin memang menerangkan atau sesuai dengan banyak individu dalam kelompok tersebut.

D. MEMILIH JABATAN GURU

Memilih jabatan guru merupakan suatu pilihan penting bagi seorang pendidik. Jabatan guru di dalam dunia pendidikan memiliki berbagai level dan tingkatannya, yaitu mulai dari guru kelas, guru bidang studi, kepala sekolah, hingga supervisor.

Sebelum memilih dan mengambil jabatan guru, sebaiknya calon guru melakukan pertimbangan dan evaluasi terlebih dahulu atas minat, bakat dan kualifikasi yang dimiliki. Adapun beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan dalam memilih jabatan guru antara lain:

  1. Minat dan Bakat - Seorang calon guru haruslah memilih jabatan sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini akan memudahkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang guru.
  2. Kualifikasi dan Keahlian - Setiap level jabatan guru memiliki persyaratan kualifikasi dan keahlian yang berbeda-beda. Sebelum memilih jabatan, seorang calon guru harus mengevaluasi apakah kualifikasinya sesuai dengan persyaratan jabatan tersebut.
  3. Pengalaman dan Kinerja - Pengalaman dan kinerja akan berpengaruh pada kualitas seorang guru. Seorang guru yang telah memiliki pengalaman dan kinerja yang baik akan lebih mudah dalam mengambil jabatan guru yang lebih tinggi.
  4. Gaji dan Tunjangan - Gaji dan tunjangan juga menjadi faktor pertimbangan bagi seorang calon guru dalam memilih jabatan. Namun, gaji dan tunjangan tidak boleh menjadi satu-satunya tujuan dalam memilih jabatan, karena sebagai seorang guru, tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan menjadi lebih penting.

Memilih jabatan guru yang tepat sangat penting untuk membantu seorang guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Dalam memilih jabatan, sebaiknya calon guru mengevaluasi kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki dan juga mempertimbangkan faktor lainnya seperti minat, bakat, pengalaman dan kinerja, serta gaji dan tunjangan.

E. KETEGANGAN DALAM PROFESI KEGURUAN

Setiap pekerjaan mengandung aspek-aspek yang dapat menimbulkan ketegangan. Ketegangan itu, tidak hanya ditentukan oleh sifat pekerjaan itu, akan tetapi juga bergantung pada orang yang melakukannya. Ketegangan timbul, sebagai akibat hambatan untuk mencari kepuasan yang dicari individu dari kedudukannya. Karena sesungguhnya setiap orang ingin mencari kepuasan dalam pekerjaannya Sifat ketegangan itu bergantung pada apa yang ingin dicapai seseorang dalam pekerjaannya. Kepuasan yang dicari oleh setiap individu berbeda-beda. Pekerjaan yang dapat memberi kepuasan kepada sesorang belum tentu akan memberi kepuasan kepada orang lain. Apa yang menimbulkan ketegangan bagi seseorang mungkin tidak mempunyai pengaruh terhadap orang lain.

Walaupun tugas yang mulia sebagai guru, akan tetapi tidak selalu memberi kepuasan yang dicari orang dalam jabatannya. Sebetulnya, apa yang diharapkan seorang guru dari jabatannya?

Yang diharapkan oleh seorang guru dari jabatannya, antara lain:

1. Keuntungan ekonomis, imbalan, finansial, gaji atau uang.

Gaji pekerja atau pegawai pada umumnya tidak tinggi dibandingkan dengan gaji orang di negara-negara yang maju. Secara finansial, jabatan guru tidak akan membuat seorang jadi kaya.

Guru-guru pada umumnya tidak begitu melibatkan diri dalam usaha mencari uang, namun menginginkan adanya jaminan ekonomis, agar dapat menutupi biaya kehidupan sehari-hari menurut keperluannya.

Gaji yang tinggi memberi kesempatan untuk menabung, mendirikan rumah, membiaya pendidikan anak, dan sebagainya.

Untuk mencari jaminan ini, guru atau anggota keluarganya sering terpaksa mencari sumber-sumber finansial lainnya. Jadi aspek finansial dapat menimbulkan ketegangan dikalangan guru.

2. Status atau kedudukan yang terhormat didalam masyarakat

Guru tidak mempunyai gambaran yang jelas mengenai statusnya di tengah-tengah jabatan lain.

Guru banyak berasal dari golongan rendah atau menengah rendah, dan memandang jabatan sebagai guru sebagai jabatan untuk mendapatkan status yang lebih tinggi. Status guru yang tidak begitu tinggi dalam mata masyarakat dan status yang tidak jelas bagi guru sendiri, mungkin akan mengecewakan dan dapat mengganggu kesetabilan kepribadiannya. Status guru yang tidak jelas ini, dapat menjadi sumber ketegangan bagi orang yang mencari kenaikan statusnya melalui jabatannya.

3. Otoritas, kewibaan, kekuasaan atas orang lain (peserta didik)

Sumber ketegangan lain bagi gurru adalah otoritas guru untuk menghukum atau memberi penghargaan kepada siswanya. Tidak selalu sama pendapat masyarakat apa yang harus dihargai atau dihukum, sehingga menimbulkan ketegangan. Misalnya, jika melihat ada anak yang merokok, kemudian guru menghukumnya. Sebagian orang tua ada yang menganggap hukuman itu terlalu keras atau tidak pada tempatnya, sebaliknya ada juga orang tua yang menginginkan agar anaknya diberi hukuman yang keras atas perlakuannya. Demikianlah guru berada pada titik silang berbagai harapan dan tuntutan yakni dari pihak orang tua dan masyarakat, dari pihak kepala sekolah dan atasannya. Guru diharapkan agar mematuhi berbagai tuntutan dan berusaha melayani permintaan berbagai pihak yang mungkin saling bertentangan sehingga dapat menimbulkan ketegangan pada guru.

4. Status Profesional

Tanpa melalui pendidikan keguruan, seseorang dapat mengajar. Berbeda dengan profesi lainnya seperti kedokteran atau hukum. Diadakannya akta IV dapat dipandang sebagai pengakuan atas perlunya pendidikan khusus keguruan agar dapat mengajar dengan tanggung jawab. Namun sampai saat ini, yang menjadi ketegangan guru, apakah pekerjaan guru dapat diakui sebagai profesi.

5. Tanggung jawab (pekerjaan) guru di dalam kelas

Di dalam kelas guru diuji kemampuannya, kesanggupannya untuk mengatur proses belajar mengajar, gangguan disiplin, kenakalan, kemalasan, ketidak mampuan anak dalam belajar dapat menjadi sumber ketegangan dan frustasi bagi guru. Dirasakan ada dan tidaknya ketegangan, bergantung kepada kepuasan yang dicari seorang guru dalam profesinya. Keberhasilan guru dalam membantu anak dalam pelajarnnya akan memberi kepuasan bagi guru yang menjunjung tinggi profesi kegurannya dan kurang menghiraukan penghargaan finansial yang diperolehnya. 

F. GANGUAN FISIK DAN MENTAL GURU

Gangguan fisik dan mental pada guru dapat sangat mempengaruhi kinerja mereka dalam mengajar. Gangguan fisik, seperti sakit kepala, sakit punggung, atau penyakit lain dapat menyebabkan mereka tidak nyaman dan tidak mampu fokus pada tugas mereka. Ini dapat menyebabkan penurunan kualitas pengajaran, berkurangnya produktivitas, dan tingkat absensi yang tinggi.

Gangguan mental, seperti kecemasan, stres, atau depresi, juga dapat mempengaruhi kinerja guru. Kecemasan dapat menyebabkan mereka tidak mampu fokus pada tugas mereka, sehingga mengurangi kualitas pengajaran. Stres dapat membuat mereka lebih mudah marah dan kurang sabar dengan siswa mereka, yang dapat mempengaruhi hubungan interpersonal dengan siswa mereka.

Depresi dan gangguan mental lainnya juga dapat mempengaruhi kinerja guru dengan cara yang serupa. Mereka mungkin merasa kurang termotivasi dan kehilangan minat dalam pekerjaan mereka, yang juga dapat mengurangi kualitas pengajaran.

Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menjaga kesehatan mereka, baik fisik maupun mental. Mereka dapat melakukan kegiatan yang membantu memperkuat kesehatan mereka, seperti olahraga, meditasi, atau konseling untuk mengatasi stres. Pengurangan stres juga dapat dicapai dengan mengambil cuti atau rehat singkat jika diperlukan, untuk menghindari kelelahan dan menjadi lebih baik dalam pekerjaan mereka sebagai guru.

 

 

 

 

 

 

 

BAB  III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kepribadian adalah sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi.

Ada 3 faktor yang menentukan dalam perkembangan kepribadian : Faktor bawaan Faktor lingkungan Interaksi bawaan dan lingkungan Ciri-ciri stereotip guru, yaitu: Guru tidak memperlihatkan kepribadian yang fleksibel Guru pandai menahan diri Guru cenderung untuk menjauhkan diri untuk bergaul dengan orang lain Guru berusaha menjaga harga diri dan merasa keterikatan kelakuannya pada norma-norma yang berkenaan dengan kedudukannya. Guru cenderung bersikap otoriter dan ingin “menggurui” dalam diskusi Guru pada umumnya tidak didorong oleh motivasi yang kuat untuk menjadi guru Guru menunjukan kesediaan untuk berbakti dan berjasa.

a. Motivasi Guru Menjadikan siswa yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Menciptakan suasana kelas yang kondusif. Menciptakan Metode pembelajaran yang bervariasi. Meningkatkan antusias dan semangat guru dalam mengajar. Memberikan reward atau penghargaan. Menciptakan aktifitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas.

b. Gangguan Fisik dan Mental Guru Berdasarkan penelitian, guru sangat rentan terhadap penyakit yang berkaitan dengan radang tenggorokan seperti batuk – batuk sampai sariawan. Gangguan mental guru seperti frustasi, Banyak tuntutan – tuntutan terhadap guru, diantaranya ada yang saling bertentangan, usahanya mendidik anak sering menemui kegagalan, hubungannya dengan anak-anak penuh ketegangan, dan banyak lagi faktor lain yang dapat mengguncangkan kestabilan pribadi seseorang.

B. Saran

Dari makalah yang kami buat semoga akan menjadikan manfaat bagi kita semua.Namun, penulis menyadari dari pembuatan makalah ini banyak sekali kesalahan baik dari tulisan maupun kata-katanya. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.

 

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2014) Batubara, Muhyi, Sosiologi Pendidikan,) http://peralatan guru.tk.blogspot.co.id/ http:// mayadisasak.blogspot.com/

MAKALAH KEPRAMUKAAN :P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI

  Cover MAKALAH KEPRAMUKAAN   P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI   Dosen pengampuh matakul...