Minggu, 23 April 2023

makalah sosiologi STRUKTUR SOSIAL SEKOLAH

 

SOSIOLOGI

STRUKTUR SOSIAL SEKOLAH

DOSEN PENGAMPU

Ibu. MARIKE I MARAN S.pd,,M.pd

 

 

 

DISUSUN OLEH:

NAMA : MARSYAH CLAUDIA AWOM

NIM    : 2021014134846

PRODI : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

TAHUN 2023

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjantkan kehadirat Tuhan yang maha esa, yang atas  berkatnya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “STRUKTUR SOSIAL SEKOLAH ”. penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang di berikan dalam mata kuliah “PENDIDIKAN SOSIOLOGI“di universitas cendrawasih.

              Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada Teknik penulisan  maupun materi,mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini

               Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan terimah kasih yang sebesar besarnya kepada pihak pihak yang membantu  dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah  ini

 

 

 

 

 

 

UNCEN BIAK 14, APRIL 2023

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR. 2

DAFTAR ISI 3

BAB 1 PENDAHULUAN.. 4

A. LATAR BELAKANG.. 4

B. RUMUSAN MASALAH.. 4

C. TUJUAN.. 4

BAB 2 PEMBAHASAN.. 5

A. STRUKTUR SOSIAL, KEDUDUKAN DAN PERANAN.. 5

B. BERBAGAI KEDUDUKAN DALAM MASYARAKAT. 6

C. STRUKTUR SOSIAL ORANG DEWASA DI SEKOLAH.. 7

D. KEDUDUKAN GURU DALAM STRUKTUR  SOSIAL SEKOLAH.. 8

E. HUBUNGAN GURU- MURID.. 9

F. KLIK DI KALANGAN GURU.. 10

G. STRUKTUR SOSIAL MURID MURID DI SEKOLAH.. 10

H. KEDUDUKAN MENURUT USIA DAN KELAS. 12

I . STRUKTUR SOS BERHUBUNGAN  DENGAN KURIKULUM... 13

J.  PENGELOMPOKKAN DI SEKOLAH.. 14

K. PENGARUH PENGARUH LUAR TERHADAP SEKOLAH.. 14

BAB 3 PENUTUP. 15

A. KESIMPULAN.. 15

B. SARAN.. 16

DAFTAR PUSTAKA.. 16

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1 PENDAHULUAN

 

    A. LATAR BELAKANG

Sekolah sebagai salah satu institusi sosial memainkan peran yang penting bagi pembentukan karakter dan perkembangan sosial peserta didik. Struktur sosial sekolah merupakan wujud organisasi sosial yang membentuk sebuah lingkungan belajar yang di dalamnya terdapat interaksi sosial antara para peserta didik, guru, staf, dan bahkan pihak lain seperti orang tua. Dalam struktur sosial tersebut, acapkali terjadi proses stratifikasi sosial yang membentuk sebuah hierarki atau kelas sosial dalam lingkungan sekolah.

    B. RUMUSAN MASALAH

Dalam konteks ini, maka rumusan masalah yang dapat diangkat dalam makalah Struktur Sosial Sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengertian dari struktur sosial sekolah?
  2. Apa saja aspek-aspek yang membentuk struktur sosial sekolah?
  3. Bagaimana proses terjadinya stratifikasi sosial dalam struktur sosial sekolah?
  4. Apa saja kelompok sosial yang terbentuk dalam struktur sosial sekolah?
  5. Apa saja dampak dari struktur sosial sekolah terhadap interaksi antara para peserta didik, guru, dan staf?

      C. TUJUAN

Adapun tujuan dari makalah Struktur Sosial Sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Menjelaskan pengertian dan aspek-aspek yang membentuk struktur sosial sekolah.
  2. Menganalisis proses terjadinya stratifikasi sosial dalam struktur sosial sekolah.
  3. Membahas kelompok sosial yang terbentuk dalam struktur sosial sekolah dan karakteristik masing-masing kelompok.
  4. Mengidentifikasi dampak dari struktur sosial sekolah terhadap interaksi antara para peserta didik, guru, dan staf.
  5. Memberikan saran dan rekomendasi untuk memperbaiki struktur sosial sekolah agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adil.

 

 

BAB 2 PEMBAHASAN

 

A. STRUKTUR SOSIAL, KEDUDUKAN DAN PERANAN

Sekolah adalah sebuah institusi sosial yang memiliki struktur sosial yang kompleks. Struktur sosial sekolah meliputi berbagai komponen seperti murid, guru, staf administrasi, dan kurikulum. Struktur sosial ini sangat penting dalam membentuk kedudukan dan peranan setiap individu yang terlibat di dalamnya.

Kedudukan dan peranan dalam struktur sosial sekolah merupakan hal yang sangat penting. Setiap individu yang terlibat di dalamnya memiliki peran masing-masing yang berbeda-beda. Peran tersebut sangat ditentukan oleh kedudukan sosial yang dimilikinya. Misalnya, seorang murid memiliki peran sebagai penerima pendidikan dan pengetahuan dari guru dan staf administrasi. Guru memiliki peran sebagai pembimbing dan pengajar bagi murid.

Selain itu, struktur sosial sekolah juga memiliki hirarki kedudukan sosial yang menjadi acuan dalam pembentukan peran individu. Kedudukan sosial tertinggi biasanya dimiliki oleh kepala sekolah, diikuti oleh guru, staf administrasi, dan murid. Namun, dalam sejumlah sekolah yang berbeda, struktur sosialnya bisa berbeda-beda tergantung dari kebijakan masing-masing sekolah.

Pentingnya struktur sosial sekolah menjadi sangat nyata ketika individu yang terlibat dalamnya harus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam hal ini, tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas bagi murid. Karena itu, individu-individu yang terlibat dalam struktur sosial sekolah harus dapat memahami peran dan tugas masing-masing secara baik.

Dalam struktur sosial sekolah, keberhasilan seseorang dalam mengeksekusi kedudukannya dapat memengaruhi pemahaman dan pandangan masyarakat terhadap individu tersebut. Misalnya, seorang guru yang dapat mengeksekusi perannya dan menjalankan tugas dengan baik akan dihargai dan dihormati oleh murid dan orang tua murid. Begitu pula sebaliknya, jika seorang guru tidak dapat mengeksekusi perannya, reputasinya mungkin akan tercemar.

Secara keseluruhan, struktur sosial sekolah menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk kedudukan dan peranan setiap individu yang terlibat di dalamnya. Kedudukan dan peranan masing-masing individu sangat ditentukan oleh struktur sosial yang ada di sekolah tersebut. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang yang terlibat dalam struktur sosial sekolah untuk memahami dengan baik peran dan tugas yang harus dijalankan agar terciptanya keberhasilan dalam pencapaian tujuan.

 

 

 

B. BERBAGAI KEDUDUKAN DALAM MASYARAKAT

Pengertian Struktur Sosial Sekolah

Struktur sosial sekolah adalah jaringan atau relasi dari posisi-posisi sosial yang terbentuk di dalam lingkungan sekolah. Struktur ini terdiri atas berbagai peran dan kedudukan sosial yang berbeda-beda.

Dalam struktur sosial sekolah, kita dapat mengenali beberapa kedudukan masyarakat sekolah berbeda, yaitu:

  1. Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah orang yang bertanggung jawab atas kepemimpinan dan pengelolaan sekolah. Kepala sekolah adalah pemimpin sekolah yang bertugas untuk memimpin dan mengawasi aktivitas sekolah.

Tugas dari kepala sekolah adalah menerapkan kebijakan dari pemerintah, menyusun rencana strategis sekolah, membina hubungan dengan pihak luar sekolah, dan memberikan pengarahan dan arahan kepada guru dan staf.

  1. Guru

Guru merupakan pihak yang memberikan pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan. Guru diberikan tugas untuk mengajar dan membimbing siswa dalam berbagai mata pelajaran.

Tugas guru meliputi: menyusun rencana pembelajaran, memberikan pengajaran, memberikan tugas dan ujian, memonitor kemajuan siswa, serta memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa.

  1. Siswa

Siswa adalah pihak yang berada dalam dunia pendidikan dan lingkungan sekolah. Mereka adalah peserta didik yang berusaha untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan melalui proses pendidikan.

Tugas siswa adalah belajar dengan tekun, mengikuti aturan dan tata tertib sekolah, serta menyumbangkan kreativitas dan kegiatan ekstrakurikuler.

  1. Staf Administrasi Sekolah

Staf administrasi sekolah bertanggung jawab untuk mengurusi administrasi di sekolah. Mereka membantu memfasilitasi tugas administrasi yang dibutuhkan oleh guru dan siswa.

Tugas staf sekolah meliputi: mengelola kegiatan administrasi, memelihara lemari arsip sekolah, mengatur jadwal pelajaran, memastikan kelancaran kegiatan akademik, dan mengurus keperluan sekolah lainnya.

  1. Pegawai Kesehatan Sekolah

Pegawai kesehatan sekolah adalah orang-orang yang bertugas untuk menjaga kesehatan siswa dan staf sekolah. Tugas dari pegawai kesehatan sekolah meliputi: melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan obat-obatan, memberikan penyuluhan kesehatan, serta menangani kasus darurat yang terjadi di lingkungan sekolah.

  1. Konselor Sekolah

Konselor sekolah adalah orang yang diberikan tugas untuk membantu siswa dan staf yang mengalami masalah emosional, sosial, dan akademik. Tugas dari konselor sekolah meliputi: memberikan layanan konseling individu, kelompok, atau konseling keluarga, memberikan bimbingan karir, serta melibatkan diri dalam kegiatan pengembangan siswa.

 

 

C. STRUKTUR SOSIAL ORANG DEWASA DI SEKOLAH

 

Struktur Sosial Orang Dewasa di Sekolah Struktur sosial orang dewasa di sekolah mencakup para guru, kepala sekolah, dan staf administratif. Mereka semua memegang peran penting dalam menjalankan tugas mereka untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi siswa. Berikut adalah beberapa aspek penting dari struktur sosial orang dewasa di sekolah:

  1. Kepala Sekolah Kepala sekolah adalah pemimpin dari sekolah tersebut. Tugas utama kepala sekolah adalah memimpin sekolah dan memastikan bahwa semua tugas terkait pendidikan dijalankan dengan baik. Sebagai pemimpin, kepala sekolah juga bertanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan siswa di sekolah.
  2. Guru Guru adalah orang yang memberikan pengajaran atau bimbingan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Guru harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membimbing siswa dalam proses belajar mengajar.
  3. Staf Administratif Staf administratif yang bekerja di sekolah bertanggung jawab untuk menjalankan tugas-tugas administratif seperti pengolahan data siswa, pengaturan jadwal pelajaran, dan lain-lain. Mereka juga bertanggung jawab untuk menjaga kelancaran operasional sekolah.

Pengaruh Struktur Sosial Orang Dewasa di Sekolah Terhadap Siswa Struktur sosial orang dewasa di sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap siswa. Berikut adalah beberapa pengaruh positif dan negatif yang dapat ditimbulkan:

  1. Pengaruh Positif a. Memberikan motivasi dan bimbingan yang baik bagi siswa b. Memberikan contoh yang baik bagi siswa c. Meningkatkan prestasi akademik siswa
  2. Pengaruh Negatif a. Meningkatkan tekanan dan stres pada siswa b. Meningkatkan persaingan di antara siswa c. Memperlihatkan ketidakadilan dalam sistem pendidikan

 

D. KEDUDUKAN GURU DALAM STRUKTUR  SOSIAL SEKOLAH

 

Guru memiliki posisi dan peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, dan diakui sebagai salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan pada suatu sekolah maupun pada suatu negara. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai kedudukan guru dalam struktur sosial sekolah.

Kedudukan Guru dalam Struktur Sosial Sekolah

Guru memiliki kedudukan yang sangat penting dalam struktur sosial sekolah. Hal ini ditandai dengan posisi guru yang memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memfasilitasi proses belajar mengajar, dan mengevaluasi hasil belajar siswa.

Selain itu, guru juga memiliki peran dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kegiatan akademik dan nonakademik di sekolah, serta memiliki kedudukan yang sama dalam struktur organisasi sekolah bersama dengan staf dan kepala sekolah.

Dalam struktur sosial sekolah, guru juga memiliki peran dalam membentuk norma-norma dan nilai-nilai tertentu yang diamalkan di dalam sekolah tersebut. Misalnya, guru akan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa dan juga menanamkan sikap yang sopan dan memperhatikan peraturan di dalam lingkungan sekolah.

Selain itu, guru juga memiliki peran dalam membentuk kultur sekolah yang positif, seperti melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan musik, olahraga, dan kegiatan sosial.

Guru sebagai Strata Sosial

Guru juga memiliki kedudukan sebagai strata sosial dalam masyarakat. Hal ini ditandai dengan penghormatan social yang diberikan pada guru oleh masyarakat. Mereka dihormati karena menyumbangkan keilmuan dan pengetahuan pada siswanya dan karena profesi guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam membentuk masa depan anak-anak.

Guru juga merupakan pelaku utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Oleh karenanya, guru memiliki posisi strategis dalam melawan pengaruh negatif dari faktor luar yang dapat membahayakan anak-anak, seperti pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang.

 

 

 

E. HUBUNGAN GURU- MURID

 

1.  Pengertian Hubungan Guru-Murid

Hubungan guru-murid adalah interaksi sosial yang terjalin antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Hubungan ini berkaitan dengan bagaimana guru dan murid saling berkomunikasi, saling menghargai, saling memperhatikan, serta saling membantu dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

2.  Fungsi Hubungan Guru-Murid

Hubungan guru-murid memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Diantaranya adalah:

  1. Sebagai Motivasi

Guru dapat menjadi motivasi bagi murid untuk belajar dengan baik. Ketika hubungan yang baik terjalin antara guru dan murid, murid akan lebih termotivasi untuk belajar dan meningkatkan prestasi akademiknya.

  1. Sebagai Sarana Pembelajaran

Guru dan murid dapat saling belajar dari pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki masing-masing. Guru dapat membimbing murid dalam memahami materi pelajaran dengan lebih baik, sementara murid juga dapat memberikan perspektif lain yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran.

  1. Sebagai Bentuk Pendidikan Karakter

Hubungan yang baik antara guru dan murid dapat membentuk karakter dan kepribadian yang baik pada murid. Guru yang baik akan mendorong murid untuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

IV. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hubungan Guru-Murid

Terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan murid juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  1. Gaya Pengajaran

Gaya pengajaran yang baik dapat membantu membangun hubungan yang baik antara guru dan murid. Gaya pengajaran yang menarik, interaktif dan kreatif dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar murid.

  1. Sikap Guru

Sikap guru juga sangat berpengaruh dalam membangun hubungan yang baik dengan murid. Guru yang memiliki sikap positif, ramah, dan berusaha memahami kebutuhan murid akan lebih mudah membangun hubungan yang baik dengan murid.

  1. Karakteristik Murid

Karakteristik murid seperti kepribadian, minat, bakat, dan latar belakang sosial ekonomi dapat mempengaruhi interaksi guru dan murid. Guru yang peka terhadap karakteristik murid dapat membantu membangun hubungan yang baik dengan murid.

 

 

F. KLIK DI KALANGAN GURU

 

1. Pengertian Struktur Sosial Sekolah

Struktur sosial sekolah mencakup sistem nilai, norma, dan kultur yang terdapat dalam lingkungan pendidikan. Struktur sosial sekolah menjadi pengatur dalam hubungan antar individu yang ada di sekolah tersebut, baik antar siswa, guru, maupun antara siswa dan guru. Struktur sosial sekolah juga menentukan hierarki dan posisi sosial dari siswa dan guru di dalam lingkungan pendidikan.

2. KLIK di Kalangan Guru

KLIK (kepribadian, situasi, dan tindakan) merupakan fenomena yang terjadi di kalangan guru. Beberapa guru mempunyai karakteristik kepribadian tertentu yang lebih mampu berinteraksi dengan lingkungan sekolah sehingga dikenal ramah dan mudah didekati. Selain itu, situasi dan kondisi di lingkungan sekolah, baik yang bersifat positif maupun negatif, juga memengaruhi interaksi interpersonal guru di sekolah. Terakhir, tindakan dari guru sendiri dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya juga memberikan pengaruh pada hubungan interpersonal di sekolah.

Dalam konteks struktur sosial sekolah, fenomena KLIK guru dapat berdampak pada pembentukan posisi sosial dan hierarki di kalangan guru. Guru yang dikenal ramah dan mudah didekati dapat menjadi lebih populer di kalangan siswa dan kolega di sekolah. Sementara itu, guru yang kurang akomodatif atau kurang mampu berinteraksi dengan orang lain akan cenderung lebih terpinggirkan.

Dalam hal ini, struktur sosial sekolah dapat mempengaruhi hubungan interpersonal antara guru dan posisi sosial mereka di lingkungan pendidikan tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk memahami fenomena KLIK ini dan berusaha membangun interaksi sosial yang baik dengan semua individu di lingkungan sekolah. Hal ini dapat membantu guru menjadi lebih sukses dan dihormati oleh seluruh komunitas pendidikan.

G. STRUKTUR SOSIAL MURID MURID DI SEKOLAH

 

Struktur Sosial Murid di Sekolah

Murid di sekolah memiliki struktur sosial yang kompleks dan terdiri dari beberapa elemen, yaitu:

  1. Kasta/Pangkat

Pangkat di dalam struktur sosial murid sekolah didefinisikan dengan status sosial yang berbeda-beda. Murid-murid yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dan yang memiliki posisi penting atau partisipasi aktif dalam organisasi siswa akan memiliki status yang lebih tinggi dibandingkan dengan murid-murid yang tidak memiliki hal tersebut.

  1. Kelompok Sosial

Kelompok sosial dalam konteks sekolah dapat didefinisikan sebagai kumpulan murid yang bekerja bersama dalam beberapa kegiatan, seperti belajar kelompok atau mengikuti klub ekstrakurikuler tertentu. Kelompok-kelompok ini sering kali dipengaruhi oleh faktor yang berbeda-beda, seperti hobi, bakat, minat, dan peran sosial.

  1. Kelas

Kelas di dalam sekolah memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan akademik murid. Murid-murid dalam kelas memiliki interaksi yang berbeda dengan murid-murid di kelas yang berbeda. Misalnya, kelompok populasi yang memiliki kemampuan akademik tinggi cenderung berkumpul bersama, sedangkan kelompok yang kurang terampil akan berinteraksi dengan murid lain di kelas yang sama.

  1. Teman Sebaya

Teman sebaya bisa menjadi elemen penting dalam struktur sosial murid di sekolah. Teman sebaya mempengaruhi perilaku dan kegiatan yang dilakukan oleh murid. Teman sebaya dapat membantu murid membangun jaringan sosial yang lebih luas dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting di masa depan.

  1. Gender

Gender juga dapat mempengaruhi struktur sosial murid di sekolah. Beberapa perbedaan gender mungkin akan memengaruhi perilaku dan interaksi murid. Beberapa contoh di dalam sekolah termasuk hal-hal seperti model gender tertentu yang sering dipengaruhi oleh faktor kebudayaan dan stereotip gender.

Faktor-faktor yang memengaruhi Struktur Sosial Murid di Sekolah

Beberapa faktor yang memengaruhi struktur sosial murid di sekolah meliputi:

  1. Kegiatan dan Partisipasi

Kegiatan dan partisipasi murid memengaruhi struktur sosial mereka di sekolah. Murid yang aktif mengikuti kegiatan dan organisasi siswa akan menjadi lebih populer dan dihubungkan dengan kelompok sosial yang berbeda-beda. Kegiatan seperti lembaga siswa, olahraga, dan musik menyebabkan mereka memiliki jaringan sosial yang lebih luas.

  1. Kemampuan Akademik

Kemampuan akademik adalah faktor signifikan yang memengaruhi struktur sosial murid di sekolah. Murid-murid yang memiliki kemampuan akademik yang cemerlang cenderung lebih sukses dan populer di antara kelompok sosial mereka.

  1. Faktor Sosiokultural

Faktor sosiokultural seperti bakat, agama, ras, etnis, dan keluarga juga dapat memengaruhi struktur sosial murid di sekolah. Kelompok-kelompok tersebut dapat terbentuk secara alami dan sering perpetuated dengan cara yang rumit di masa depan.

  1. Perilaku

Perilaku yang ditampilkan murid juga memengaruhi struktur sosial mereka di sekolah. Murid yang sopan dan ramah lebih disukai dan dapat diterima dalam kelompok sosial dibandingkan dengan murid yang kurang sopan dan kurang ramah.

 

H. KEDUDUKAN MENURUT USIA DAN KELAS

 

Struktur Sosial Sekolah

Sekolah memiliki struktur sosial yang terdiri dari berbagai kelompok sosial yang saling berinteraksi dan membentuk pola hubungan yang spesifik. Struktur sosial sekolah terdiri dari beberapa elemen, di antaranya adalah:

  1. Kedudukan Menurut Kelas

Kedudukan menurut kelas dalam struktur sosial sekolah merujuk pada tingkat kelas atau level pendidikan tertentu yang diikuti oleh siswa. Setiap kelas memiliki aturan dan norma sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan pendidikan pada tingkat tersebut. Berdasarkan tingkat kelas ini, siswa juga mengalami perubahan status sosial yang berbeda-beda. Misalnya, siswa kelas 1 SMA memiliki status sosial berbeda dengan siswa kelas 3 SMA.

  1. Kedudukan Menurut Usia

Kedudukan menurut usia dalam struktur sosial sekolah merujuk pada perbedaan usia antara siswa. Secara umum, siswa berada pada rentang usia yang sama atau tidak terlalu jauh perbedaannya. Namun, terdapat perbedaan usia yang signifikan pada beberapa situasi. Misalnya, siswa yang duduk di kelas persiapan kuliah memiliki rentang usia yang lebih luas dari siswa SMA atau SMP.

Pengaruh Struktur Sosial Sekolah terhadap Siswa

Struktur sosial sekolah dapat mempengaruhi siswa dalam berbagai aspek, salah satunya adalah pembentukan identitas dan status sosial. Siswa yang berada di kelas yang lebih tinggi atau berbeda usia akan mengalami perubahan status sosial yang berbeda. Hal ini akan mempengaruhi hubungan sosial dan pandangan mereka terhadap lingkungan sekitarnya.

Selain itu, struktur sosial sekolah juga mempengaruhi hubungan antar siswa baik dalam hal sikap dan perilaku. Siswa yang berada di kelas yang lebih tinggi atau berbeda usia dapat mempengaruhi sikap dan perilaku siswa yang lebih muda atau berada di kelas yang lebih rendah. Misalnya, siswa kelas 3 SMA memiliki pengaruh yang lebih besar pada siswa kelas 1 SMA daripada siswa kelas 2 SMA.

 

I . STRUKTUR SOS BERHUBUNGAN  DENGAN KURIKULUM

 

Struktur Sosial Sekolah dan Kurikulum

Kurikulum adalah aspek penting dalam pendidikan formal, karena merujuk pada rencana pembelajaran dan pengajaran yang disusun oleh sekolah sebagai pedoman bagi siswa dalam menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Dalam struktur sosial sekolah, kurikulum memiliki peran penting dalam membentuk pola interaksi sosial siswa dengan guru dan anggota lainnya dalam lingkungan sekolah.

Kurikulum sekolah biasanya diatur dengan menggunakan struktur hierarkis, dimana materi dan kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan tingkat kelas dan kemampuan siswa. Hal ini dapat menimbulkan ketidaksetaraan antar siswa dalam memperoleh kesempatan belajar dan pembelajaran. Selain itu, kurikulum sekolah dapat memperkuat atau melemahkan struktur sosial dalam lingkungan sekolah.

Pada umumnya, kurikulum sekolah mengacu pada pandangan-pandangan yang diterima secara umum dalam masyarakat terhadap nilai, norma, dan keterampilan sosial yang penting untuk dipelajari oleh siswa. Kurikulum juga mencerminkan nilai-nilai sosial yang dipegang oleh kelompok sosial yang lebih dominan dan terus menerus memperkuat pandangan, norma, dan nilai-nilai tersebut.

Pandangan dan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam kurikulum sekolah dapat memperkuat struktur sosial dalam lingkungan sekolah, terutama yang berkaitan dengan perbedaan status sosial, jenis kelamin, dan etnisitas. Sebagai contoh, dalam kurikulum yang tidak senang dengan keragaman, siswa dari kelompok yang lebih lemah dan terdiskriminasi akan memperoleh kesempatan yang lebih sedikit untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk maju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam hal struktur sosial yang terjadi dalam lingkungan sekolah, kurikulum juga dapat memperkuat hubungan hierarki yang ada antara guru dan siswa. Materi dan kegiatan yang diajarkan dalam kurikulum dapat menekankan pada peran guru sebagai pengajar, sementara siswa hanya bertindak sebagai penerima informasi. Sebagai akibatnya, siswa dapat kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan sosial interaksi yang diperlukan untuk bekerja sama dalam lingkungan sekolah.

 

J.  PENGELOMPOKKAN DI SEKOLAH

 

Pengelompokan Di Sekolah

Pengelompokan atau pembentukan klik mudah terjadi disekolah. Suatu klik terbentuk bila dua orang atau lebih saling merasa persahabatan yang akrab dan Karena itu banyak bermain bersama,saling bercakap-cakap,merencanakan dan melakukan kegitan yang sama didalam maupun di luar sekolah bila klik ini mempunyai sikap anti sosial maka klik itu dapat menjadi “geng”

Sttabilitas klik dapat diselidiki dengan menggunakan teknik sosiometri pada jangka waktu tertentu, misalnya dengan jarak waktu 1,2 atau 3 tahun. Dengan membandingkan sosiogram nya dapat kita lihat perubahan-perubahan yang terjadi. Faktor yang paling penting dalam pembentukan klik adalah usia atau tingkat kelas. Menurut pengamatan sehari-hari tampaknya anggota suatu klik mempunyai minat atau kegemaran yang sama misalnya musik, olah raga dan sebagainya

 

 

K. PENGARUH PENGARUH LUAR TERHADAP SEKOLAH

 

Berbagai hal diluar sekolah yang dapat mempengaruhi system sekolah antara lain.

1. Pengaruh terhadap peranan murid

Peranan murid antara lain ditentukan oleh guru akan tetapi oleh pandangan masyarakat tentang peranan murid antara lain oleh keluarga murid, kelompok sepermainan, model-model bagi kelakuannya termasuk tokoh-tokoh media masa. Orang tua dapat mempengaruhi sikap anak terhadap otoritas guru,dapat mendukung atau mencela guru dalam tindakannya.

2. Pengaruh luar terhadap guru

Pearanan guru sebagian besar ditentukan oleh harapan-harapan kepala sekolah dan pihak atasan.Murid-murid sendiri jarang menantang kedudukan guru. Akan tetapi pihak luar dapat mempengaruhi peranannya, antara lain:

a. Orang tua murid

b. Perkumpulan guru

c. Keluarga dan teman sepergaulan guru

Walaupun orang tua jarang berhadapan muka dengan guru kecuali dalam hal-hal khusus, namun pengaruh orang tua sangat besar atas kelakuan guru.

3. Pengaruh luar terhadap sekolah

Tiap sekolah berada dalam lingkungan sosial tertentu, yakni masyarakat sekitar, daerah, maupun Negara. Norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitar sekolah mau tidak mau harus di hormati guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3 PENUTUP

A. KESIMPULAN

Jadi yang dimaksud struktur sosial sekolah adalah

1) Materialnya (jumlah orang, pria, wanita, dewasa, anak, guru, murid, dan sebagainya)

2) Hubungan antara bagiannya (apa yang diharapkan guru dari murid dan sekolahnya, dan sebagainya)

3) Hakikat masyarakat itu sebagai keseluruhan yakni caranya bagian-bagiannya menjadi kesatuan yang bulat agar dapat menjalankan fungsinya.

Struktur itu memungkinkan sekolah menjalankan fungsinya sebagai lembaga edukatif dengan baik. Masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dan menjalankan peranan seperti yang diharapkan menurut kedudukan itu. Dengan demikian dapat dicegah berbagai konflik dan dapat dijamin kelancaran segala usaha pendidikan.

 

B. SARAN

Makalah ini kami akui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nasution. M.A. Prof. Dr. Sosiologi Pendidikan. 2004.Jakarta:Bumi Aksara

Gunawan, Ary. 2006.Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

http://ms.wikipedia.org/wiki/Sosiologi_pendidikan

http://herlysusantiiaseekaseek.blogspot.com/2012/03/makalah-sosiologi-pendidikan-tentang_29.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH KEPRAMUKAAN :P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI

  Cover MAKALAH KEPRAMUKAAN   P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI   Dosen pengampuh matakul...