SENI RUPA
Colage,
montage, mosaik, m3, anyam bentuk relief, merangkai, meronce, mencrame, batik
ikat celup
DOSEN PENGAMPUH
Ibu. INEKE
EKAWATI S.pd,, M.pd
Disusun oleh :
NAMA
:MARSYAH CLAUDIA AWOM
NIM
: 2021014134846
PRODI:
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PROGRAM STUDI GURU
SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU
PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
CENDERAWASIH
TAHUN 2023
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini. Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Seni Rupa. Kami memilih tema tentang karya seni rupa berbentuk tekstil
karena kami tertarik dengan berbagai teknik yang digunakan dalam pembuatan
karya seni rupa tekstil.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami
yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan pengarahan dalam penyusunan
makalah ini. Kami juga berterima kasih kepada sumber-sumber referensi yang kami
gunakan dalam penyusunan makalah ini.
Biak, 11 april 2023
Penulis
BAB I Pendahuluan
Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang menghasilkan
karya seni berupa bentuk-bentuk tiga dimensi atau dua dimensi. Seni rupa
tekstil adalah salah satu cabang seni rupa yang menghasilkan karya seni
berbentuk tekstil atau kain. Berbagai teknik dapat digunakan untuk menciptakan
karya seni rupa tekstil, di antaranya adalah colage, montage, mosaik, m3, anyam
bentuk relief, merangkai, meronce, mencrame, batik ikat, dan celup.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan
pemahaman tentang berbagai teknik yang digunakan dalam menciptakan karya seni
rupa tekstil dan juga untuk memperkenalkan beberapa karya seni rupa tekstil
yang menarik.
BAB II Pembahasan
A. COLLAGE
A. Pengertian Teknik Collage
Collage berasal dari bahasa Prancis "coller" yang
berarti merekatkan. Teknik collage adalah teknik penggabungan dua atau lebih
bahan atau objek yang berbeda dalam satu karya seni. Bahan atau objek yang
digunakan dalam teknik collage bisa berupa kertas, kain, kayu, kaca, plastik,
atau bahan lainnya.
B. Teknik Pembuatan Karya Seni dengan Teknik Collage
Teknik collage bisa dilakukan dengan cara memotong,
merekatkan, dan mengatur bahan atau objek yang berbeda untuk membentuk sebuah
karya seni. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan karya seni dengan teknik
collage:
Pilih bahan atau objek yang akan digunakan untuk membuat
karya seni. Susun bahan atau objek tersebut sesuai dengan desain atau pola yang
diinginkan. Rekatkan bahan atau objek tersebut dengan lem atau perekat khusus. Berikan
sentuhan akhir pada karya seni dengan cara menggambarnya atau memberikan cat
atau warna.
C. Contoh Karya Seni dengan Teknik Collage
"Les Demoiselles d'Avignon" oleh Pablo Picasso
Karya seni ini merupakan salah satu contoh karya seni dengan
teknik collage. Picasso menggunakan teknik collage dengan menggabungkan
potongan kertas berwarna pada lukisan "Les Demoiselles d'Avignon".
Teknik collage pada karya seni ini memberikan efek yang dramatis dan unik pada
karya seni tersebut.
"The Kiss" oleh Romare Bearden
Karya seni ini juga merupakan contoh karya seni dengan
teknik collage. Bearden menggunakan teknik collage dengan menggungkan berbagai
jenis kain pada karya seni "The Kiss". Karya seni ini menunjukkan
bahwa teknik collage dapat digunakan pada seni rupa tekstil.
B. MONTAGE
A. Pengertian Teknik Montage
Montage berasal dari bahasa Prancis "monter" yang
berarti memasang. Teknik montage adalah teknik seni rupa yang melibatkan
penggabungan beberapa potongan gambar atau foto yang berbeda dalam satu karya
seni. Potongan gambar atau foto tersebut bisa berasal dari berbagai sumber,
seperti majalah, koran, poster, dan internet.
B. Teknik Pembuatan Karya Seni dengan Teknik Montage
Teknik montage bisa dilakukan dengan cara memotong potongan
gambar atau foto dari sumber yang berbeda dan menyusunnya dalam satu karya
seni. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan karya seni dengan teknik
montage:
1.
Pilih potongan gambar atau foto dari sumber yang
berbeda yang akan digunakan untuk membuat karya seni.
2.
Pilah potongan gambar atau foto tersebut sesuai
dengan tema atau desain yang diinginkan.
3.
Susun potongan gambar atau foto tersebut dalam
satu karya seni dan atur posisinya dengan tepat.
4.
Rekatkan potongan gambar atau foto tersebut
dengan lem atau perekat khusus.
5.
Berikan sentuhan akhir pada karya seni dengan
cara menggambarnya atau memberikan cat atau warna.
C. Contoh Karya Seni dengan Teknik Montage
"Untitled (Your Body Is a Battleground)" oleh
Barbara Kruger
Karya seni ini merupakan salah satu contoh karya seni dengan
teknik montage. Kruger menggunakan teknik montage dengan menggabungkan potongan
foto dan teks dalam karya seni "Untitled (Your Body Is a
Battleground)". Karya seni ini mengekspresikan pesan feminisme dan politik
yang kuat melalui teknik montage.
"I See a Darkness" oleh Jake & Dinos Chapman
Karya seni ini juga merupakan contoh karya seni dengan
teknik montage. Chapman bersaudara menggunakan teknik montage dengan
menggabungkan potongan gambar dan benda-benda miniatur dalam karya seni "I
See a Darkness". Karya seni ini menunjukkan bahwa teknik montage dapat
digunakan pada seni rupa tiga dimensi.
C. MOSAIK
Ø
Seni rupa mosaik adalah seni membuat gambar atau
pola dengan menggunakan potongan kecil batu, keramik, kaca, atau bahan lainnya
yang disebut tesserae. Teknik ini telah digunakan sejak zaman Romawi kuno dan
masih digunakan hingga saat ini.
Ø
Untuk membuat karya seni mosaik, seorang seniman
harus memilih bahan yang sesuai untuk menciptakan efek visual yang diinginkan.
Setelah itu, ia harus merancang gambar atau pola dan menempelkan tesserae ke
permukaan yang telah dipersiapkan.
Ø
Seni rupa mosaik biasanya digunakan untuk
menghias dinding, lantai, atau langit-langit bangunan. Namun, mosaik juga dapat
dibuat sebagai karya seni yang mandiri, seperti lukisan atau patung.
Ø
Karya seni rupa mosaik dapat memiliki tema-tema
yang beragam, seperti alam, figuratif, abstrak, atau seni rupa religius.
Beberapa karya seni mosaik terkenal di dunia antara lain mozaik di Basilika San
Vitale di Ravenna, Italia, dan mozaik di Masjid Agung Samarra di Irak.
D. M3
1.
Seni rupa teknik M3 atau dalam bahasa Inggris
disebut "paper crafting" adalah seni membuat karya dengan melipat,
menggunting, dan merekatkan kertas. Teknik ini memanfaatkan sifat fleksibel dan
mudah dibentuk dari kertas, sehingga banyak digunakan dalam membuat karya seni
seperti kado, dekorasi, dan mainan.
2.
Teknik melipat kertas, atau origami, adalah
teknik melipat kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu, seperti binatang, bunga,
dan geometris. Origami biasanya dilakukan dengan satu lembar kertas tanpa
menggunakan gunting atau perekat, sehingga membutuhkan keahlian khusus dalam
melipat dan membentuk kertas.
3.
Teknik menggunting kertas, atau paper cutting,
adalah teknik memotong kertas untuk membuat pola atau bentuk tertentu. Paper
cutting dapat dilakukan dengan gunting tangan atau menggunakan alat pemotong
kertas, seperti cutter atau punch.
4.
Teknik merekatkan kertas, atau paper quilling,
adalah teknik menggulung dan merekatkan kertas untuk membuat pola atau bentuk
tertentu. Paper quilling menggunakan kertas yang dipotong tipis dan digulung
menggunakan alat khusus, kemudian diatur sedemikian rupa untuk membentuk pola
yang diinginkan.
5.
Teknik M3 dapat digunakan untuk membuat berbagai
karya seni, mulai dari lukisan, dekorasi dinding, hiasan kado, hingga mainan. Meskipun
terlihat sederhana, teknik M3 membutuhkan keahlian dan ketelitian dalam
melipat, menggunting, dan merekatkan kertas. Beberapa seniman terkenal yang
menggunakan teknik M3 dalam karya seni mereka antara lain Yulia Brodskaya,
seniman asal Rusia yang terkenal dengan karya seni paper quilling, dan Peter
Callesen, seniman asal Denmark yang terkenal dengan karya seni paper cutting.
E. ANYAM BENTUK RELIEF
1. Seni
Rupa Anyam Bentuk Relief
Seni rupa anyam bentuk relief
adalah seni membuat karya dengan menganyam serat atau bahan lainnya menjadi
bentuk-bentuk tertentu yang menonjol dari permukaan dasar. Teknik ini
menggabungkan antara seni anyaman dan seni rupa relief, sehingga menghasilkan
karya seni yang unik dan menarik.
2. Sejarah
Seni Rupa Anyam Bentuk Relief
Seni rupa anyam bentuk relief
telah dikenal sejak zaman kuno, terutama pada masyarakat tradisional di Asia,
Afrika, dan Amerika. Teknik anyaman digunakan untuk membuat keranjang, tikar,
dan hiasan dinding, sedangkan teknik relief digunakan untuk membuat patung dan
hiasan dinding.
Pada masa Renaisans di Italia,
seniman-seniman seperti Leonardo da Vinci dan Michelangelo menggunakan teknik
anyaman dalam karya seni mereka. Mereka menganyam serat emas dan sutra untuk
membuat karya seni yang berkilau dan indah.
3. Bahan-Bahan
yang Digunakan dalam Seni Rupa Anyam Bentuk Relief
Bahan-bahan yang digunakan dalam
seni rupa anyam bentuk relief bervariasi, mulai dari serat alami, seperti
rotan, bambu, dan daun pandan, hingga serat sintetis, seperti plastik dan
kawat.
Selain itu, bahan tambahan
seperti kaca, kayu, dan logam juga dapat digunakan dalam seni rupa anyam bentuk
relief.
4. Teknik-Teknik
dalam Seni Rupa Anyam Bentuk Relief
Teknik anyaman dalam seni rupa
anyam bentuk relief meliputi teknik anyaman dasar, seperti anyaman datar,
anyaman spiral, dan anyaman kerucut, serta teknik anyaman khusus, seperti
anyaman tusuk sate, anyaman belah ketupat, dan anyaman bintang.
Teknik relief dalam seni rupa
anyam bentuk relief meliputi teknik carving, teknik molding, dan teknik
modelasi.
Contoh karya seni rupa anyam
bentuk relief antara lain:
ü Relief
anyaman bambu pada dinding bangunan atau hiasan dinding
ü Kerajinan
dinding anyaman rajutan plastik
ü Patung
anyaman rotan
ü Relief
anyaman kawat pada bingkai cermin atau hiasan dinding
5. Keunikan
dan Kelebihan Seni Rupa Anyam Bentuk Relief
Keunikan dari seni rupa anyam
bentuk relief adalah penggunaan teknik anyaman yang memberikan tekstur dan
warna yang khas pada karya seni, serta penggunaan teknik relief yang membuat
karya seni terlihat lebih hidup dan menonjol dari permukaan dasar.
Kelebihan dari seni rupa anyam
bentuk relief adalah penggunaan bahan-bahan yang mudah didapat, teknik yang
dapat dipelajari dengan mudah, dan hasil karya seni yang tahan lama dan
memiliki nilai estetika yang tinggi.
F. MERANGKAI
Seni Rupa adalah cabang seni yang menggunakan media visual
dan berfokus pada penciptaan objek atau karya seni yang dapat dilihat oleh
orang lain. Merangkai karya seni rupa adalah salah satu teknik atau metode yang
digunakan dalam seni rupa, di mana berbagai unsur seni diatur dan disusun
secara harmonis dan estetis.
A.
Pengertian Merangkai dalam Seni Rupa
Merangkai dalam Seni Rupa merupakan teknik yang memadukan
beberapa elemen seni menjadi sebuah karya seni yang harmonis dan estetis.
Elemen-elemen yang digunakan dapat berupa warna, bentuk, tekstur, garis, titik,
dan unsur lainnya yang berkontribusi pada keindahan karya seni tersebut.
B.
Tujuan dari Merangkai dalam Seni Rupa
Tujuan utama dari merangkai dalam seni rupa adalah
menciptakan keindahan dan estetika dalam karya seni. Namun, selain itu, teknik
merangkai juga dapat digunakan untuk menyampaikan ide atau pesan melalui karya
seni tersebut. Setiap penggunaan elemen dan teknik merangkai dalam seni rupa
dapat memberikan tafsiran dan makna yang berbeda-beda, tergantung pada konsep
yang ingin diungkapkan oleh seniman.
C.
Teknik-Teknik Merangkai dalam Seni Rupa
a.
Kontras
Teknik merangkai dengan menggunakan kontras dilakukan dengan
memadukan elemen yang kontras secara visual, seperti warna, bentuk, dan tekstur
yang berlawanan, misalnya warna hitam dengan putih, bulat dengan segi empat
atau tekstur kasar dengan lembut. Kontras dapat menciptakan efek dramatis dan
menarik, serta memberi kesan yang tajam pada karya seni.
b.
Harmoni
Teknik merangkai dengan menggunakan harmoni dilakukan dengan
memadukan elemen yang serupa dan seimbang, seperti warna yang sejenis, bentuk
yang sama namun berbeda ukuran, atau tekstur dan pola yang senada. Teknik ini
menghasilkan karya seni yang memiliki keseimbangan visual dan memberikan kesan
yang tenang, segar, dan rileks.
c.
Gradasi
Teknik merangkai dengan menggunakan gradasi dilakukan dengan
menggunakan elemen yang memiliki perbedaan skala, intensitas, atau ukuran,
misalnya dengan memadukan warna yang memiliki gradasi perubahan pada kelereng
atau titik dalam karya seni. Teknik ini dapat menciptakan efek gerak pada karya
seni, dan memberikan kesan yang dapat memukau mata.
d.
Repetisi
Teknik merangkai dengan menggunakan repetisi dilakukan
dengan memadukan elemen yang diulang-ulang dalam karya seni, seperti bentuk
atau warna. Teknik ini dapat menciptakan irama dan pola yang menarik dan mudah
diingat.
e.
Dominan
Teknik merangkai dengan menggunakan dominan dilakukan dengan
memadukan elemen yang merupakan fokus utama pada karya seni, seperti warna mencolok
atau bentuk yang menonjol. Teknik ini menghasilkan karya seni yang kuat dan
menonjol, serta membantu memberikan kejelasan pada tema atau pesan yang ingin
disampaikan oleh seniman.
Contoh Karya Seni Rupa yang Dibuat dengan Teknik Merangkai
1.
LUKISAN ABSTRAK
Lukisan abstrak biasanya memadukan banyak elemen seperti
bentuk, warna dan bernuansa tanpa menjadi semacam representasi bentuk yang
terlihat seperti benda nyata. Teknik merangkai dapat digunakan dalam lukisan
abstrak dengan mempertimbangkan elemen-elemen yang diaplikasikan, seperti
warna, bentuk, tekstur, dan lain-lain.
2.
KOLASE
Kolase adalah teknik merangkai yang digunakan dalam seni
rupa. Kolase menggunakan material seperti kertas, kain, dan sejenisnya yang
dipotong atau ditempel pada kanvas atau bidang lain. Teknik merangkai pada
kolase dapat menciptakan efek tiga dimensi yang menarik.
3.
DESAIN GRAFIS
Desain grafis adalah salah satu bentuk seni rupa modern yang
memanfaatkan teknologi untuk menciptakan karya visual yang menarik. Teknik
merangkai pada desain grafis
G. MERONCE
Ø
Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang
banyak diminati oleh masyarakat. Seni rupa terdiri dari berbagai macam teknik
dan alat yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Salah satu teknik
dalam seni rupa adalah meronce. Meronce adalah teknik mencetak yang menggunakan
bahan yang sudah diberi pola atau motif.
Ø
Meronce sendiri juga bisa dibedakan menjadi dua
jenis yaitu meronce tradisional dan meronce modern. Meronce tradisional
menggunakan teknik mencetak pada kain dengan menggunakan pola atau motif yang
diukir pada kayu atau dibuat dengan menggunakan tangan. Sedangkan meronce
modern menggunakan teknik mencetak pada berbagai macam media seperti kertas dan
plastik dengan menggunakan teknik cetak digital.
Ø
Untuk membuat sebuah karya seni menggunakan
teknik meronce, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Pertama, menyiapkan
bahan yang akan digunakan. Misalnya, bahan kain, kayu atau plastik yang akan
diukir atau dibuat motif. Kedua, membuat pola atau motif dengan cara mengukir
pada kayu atau membuat sketsa pada kertas. Ketiga, meratakan tinta pada pola
atau motif yang sudah dibuat. Keempat, menempelkan bahan yang sudah diberi pola
atau motif pada media yang ingin dihiasi seperti kain atau kertas.
Ø
Karya seni yang dihasilkan dengan teknik meronce
biasanya memiliki ciri khas seperti membentuk pola atau motif yang dilakukan
secara berulang-ulang sehingga memberikan kesan yang teratur dan terukur. Pola
atau motif yang dihasilkan pada karya seni meronce juga biasanya terjalin secara
simetris atau serasi. Warna-warna yang digunakan pada karya seni meronce juga
biasanya terdiri dari warna-warna yang cerah dan lebih bernuansa tradisional.
v
Dalam konteks seni rupa Indonesia, karya seni
meronce juga memiliki peranan yang penting. Meronce di Indonesia biasanya
digunakan pada karya seni khas dari daerah-daerah tertentu seperti batik,
songket dan tenun. Selain itu, karya seni meronce juga dianggap sebagai bentuk
warisan budaya karena memuat nilai-nilai dan identitas dari suatu daerah tertentu.
v
Dalam menjaga dan melestarikan seni rupa yang
menggunakan teknik meronce, perlu dilakukan dalam berbagai macam cara.
Misalnya, dengan melakukan pelestarian dan pengembangan teknik meronce baik
dari segi praktik maupun pemikiran, penyediaan pelatihan kepada masyarakat
untuk memperoleh keterampilan meronce untuk mempertahankan arus seni rupa
tradisional, serta penciptaan wadah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang
keberadaan dan kekayaan seni rupa tradisional yang masih ada di Indonesia.
v
teknik meronce adalah salah satu teknik dalam
seni rupa yang penting dalam menjaga dan melestarikan seni rupa Indonesia.
Teknik ini memiliki ciri khas yang cukup kentara pada karya seni yang
dihasilkan sehingga memberikan nilai seni yang lebih tinggi. Tidak hanya itu,
teknik meronce juga menjadi bentuk pelestarian kebudayaan tradisional
Indonesia. Oleh karena itu, pengajaran dan pengembangan teknik meronce harus
dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang
ada di Indonesia.
H. MENCRAME
A.
Pengertian Mencrame
Mencrame merupakan salah satu teknik dalam seni rupa yang
sering digunakan dalam dunia seni modern. Mencrame adalah sebuah teknik dimana
orang membuat gambar atau lukisan dengan cara menumpuk titik-titik.
Teknik mencrame biasanya melibatkan penggunaan alat seperti
pensil dengan ujung tajam atau pena dengan ujung tipis. Jumlah titik yang
digunakan bisa bervariasi dari puluhan sampai ribuan titik, tergantung pada
seberapa rinci gambar yang diinginkan.
Mencrame juga bisa dilakukan di atas berbagai macam media
lukis, seperti kanvas, kertas, kulit binatang, atau bahan yang lebih eksotis
seperti kerang atau tumbuhan.
B.
Sejarah dan Perkembangan Mencrame
Teknik mencrame tidak terlalu baru dalam sejarah seni rupa.
Teknik ini sudah sering digunakan oleh seniman pada zaman kuno, terutama pada
seni rupestre (seni yang dibuat di atas batu) dan seni ukir pada zaman Yunani
kuno. Namun, teknik mencrame baru menjadi populer pada era modern sekitar tahun
1880-an dan terus berkembang hingga saat ini.
Salah satu seniman terkenal yang menggunakan teknik mencrame
adalah Georges Seurat, seniman Prancis yang dikenal sebagai salah satu pelopor
dalam gerakan seni Pointillisme. Dalam aliran seni ini, Seurat membuat gambar
dengan menempatkan titik-titik berwarna-warni yang lalu tercampur menjadi
berbagai warna ketika dilihat dari jauh.
Teknik mencrame juga digunakan oleh seniman pop art, seperti
Roy Lichtenstein, dalam karyanya yang ikonik seperti "Whaam!".
C.
Cara Mencrame
Untuk membuat lukisan menggunakan
teknik mencrame, ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Berikut adalah
tahapannya:
- Pilih
tinta atau media yang ingin digunakan. Sebagian besar seniman menggunakan
tinta hitam, tetapi Anda juga bisa menggunakan media lain seperti pensil,
spidol atau cat air.
- Lukis
dasar atau sketsa dengan tinta atau pensil. Lukisan ini akan menjadi
panduan dalam menciptakan titik-titik yang akan dipakai kemudian.
- Buatlah
titik-titik kecil dengan tinta, pensil atau spidol pada area yang akan
diwarnai. Sebagian besar seniman menggunakan titik-titik yang selebar
jarum untuk menciptakan tekstur yang lebih halus.
- Teruskan
membuat titik-titik kecil ulang secara teratur hingga merasa cukup atau
baik.
- Teruslah
menciptakan gradasi warna dengan menumpuk titik-titik dalam warna yang berbeda
secara perlahan.
Keuntungan dan Kekurangan Mencrame
Keuntungan menggunakan teknik
mencrame dalam seni rupa adalah sebagai berikut:
- Teknik
mencrame menghasilkan lukisan yang detail dan halus.
- Teknik
ini sangat cocok untuk menampilkan tekstur dari bahan yang digunakan
seperti kanvas atau kulit binatang.
- Teknik
mencrame memungkinkan seniman untuk menampilkan berbagai variasi warna dan
gradasi.
Kekurangan dari teknik mencrame
dalam seni rupa adalah:
- Proses
mengaplikasikan titik-titik kecil memerlukan banyak waktu dan konsentrasi.
- Seniman
harus memiliki keterampilan tangan dan ketekunan yang tinggi untuk
menyelesaikan banyak titik pada lukisan.
- Beberapa
orang mungkin kesulitan melihat titik-titik kecil atau detail dalam
lukisan yang menggunakan teknik mencrame.
H. BATIK IKAT CELUP
A. Seni
rupa Batik Ikat Celup
merupakan salah satu jenis seni rupa tradisional Indonesia
yang sangat terkenal. Batik Ikat Celup merupakan teknik pembuatan kain yang
cukup rumit dan memerlukan keahlian khusus. Dalam pembuatannya, kain dibuat
dengan cara diikat dan dicelupkan secara bertahap sehingga menghasilkan corak
atau gambar yang indah.
B. Sejarah
Seni Rupa Batik Ikat Celup
Seni rupa Batik Ikat Celup sudah ada sejak zaman dahulu
kala, tepatnya pada masa kerajaan Majapahit. Seni rupa ini sangat terkenal di
Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama di daerah Yogyakarta dan Solo. Seni rupa
Batik Ikat Celup pada awalnya digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti
upacara pernikahan, upacara kematian, dan upacara adat lainnya.
Pada masa kolonialisme Belanda, Batik Ikat Celup banyak
diproduksi dengan tujuan komersial. Sehingga, Batik Ikat Celup menjadi salah
satu komoditas ekspor ekonomi Indonesia dan diakui secara internasional. Bahkan
pada tahun 2009, UNESCO menetapkan Batik Ikat Celup sebagai warisan budaya
dunia.
C. Teknik
Pembuatan Seni Rupa Batik Ikat Celup
Batik Ikat Celup adalah teknik pembuatan kain yang
memerlukan ketelitian dan masa pembuatan yang cukup lama. Berikut adalah
langkah-langkah pembuatan Batik Ikat Celup:
- Pemilihan
Kain
Pada tahap ini, kain yang akan digunakan dipilih dengan
kualitas terbaik. Kain yang umum digunakan adalah kain katun, sutera atau
rayon.
- Merancang
Motif Batik
Pada tahap ini, seniman batik merancang motif batik yang
akan diaplikasikan pada kain. Seniman batik dapat meniru motif yang sudah ada
atau menciptakan motif baru sesuai dengan keinginan.
- Pembuatan
Batik
Pertama-tama, seniman batik menyiapkan lilin yang diperoleh
dari campuran malam dan gondorukem. Selanjutnya, lilin ini dipanaskan di atas
tungku dan digunakan untuk menutupi bagian-bagian kain yang tidak ingin diikat.
Proses pengikatan ini dilakukan secara teratur dan rapi sehingga terbentuk
motif atau corak yang diinginkan.
- Penyemprotan
Pada tahap ini, kain yang sudah diikat akan disemprot dengan
air. Tujuannya agar lilin lebih mudah menutupi permukaan kain. Lilin akan
menyebar dan menutup permukaan kain yang tidak ingin diwarnai.
- Pencelupan
Kain kemudian dicelupkan ke dalam larutan pewarna yang sudah
disiapkan. Setelah dicelupkan, kain dicuci untuk memastikan warna benar-benar
menempel pada kain dan tidak luntur. Tahap ini dapat dilakukan beberapa kali
untuk mendapatkan warna yang lebih intens.
- Pembukaan
Ikatan dan Pencerahan
Setelah kering, kain akan dipanaskan agar lilin dapat
meleleh. Kain kemudian dicuci dengan air panas dan digantung kering. Lilin akan
meleleh dan terbuka sehingga membuka ikatan kain yang tadinya tertutup lilin.
Kain kemudian dijepit di antara dua papan agar lebih mudah dilakukan proses
pencerahan. Pencerahan dilakukan dengan menyiram kain dengan air mengalir.
Warna yang diaplikasikan pada kain akan menempel pada area
kain yang tertutup lilin. Sedangkan area kain yang terbuka akan terlihat tidak
berwarna atau berwarna terang. Proses pembukaan ikatan dan pencerahan dapat
dilakukan beberapa kali untuk daerah yang memerlukan warna yang lebih cerah.
D. Karakteristik
Seni Rupa Batik Ikat Celup
Seni rupa Batik Ikat Celup memiliki ciri khas yaitu warna
alami dan motif corak unik yang membuat setiap kain batik memiliki keunikan
tersendiri. Motif batik umumnya menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa
BAB 3 PENUTUP
KESIMPULAN
Seni rupa memiliki berbagai teknik penyajian, salah satunya
adalah collage, montage, mosaik, m3, anyam bentuk relief, merangkai, meronce,
mencrame, batik ikat celup. Setiap teknik memiliki keunikan tersendiri dalam
penyajian seni rupa.
Collage, montage, dan mosaik adalah teknik penyajian seni
rupa yang melibatkan penggabungan berbagai bahan atau unsur untuk membentuk
karya seni. Sementara itu, teknik anyam bentuk relief, merangkai, meronce, dan
mencrame lebih fokus pada penggunaan bahan alami seperti kayu, bambu, atau
rotan.
Teknik batik ikat celup adalah teknik yang melibatkan
pola-pola yang dihasilkan dari pilihan warna dan teknik ikat dan celup, sehingga
menghasilkan karya seni yang indah dan unik.
SARAN
Penting bagi para pelaku
seni rupa untuk menggali pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat
menciptakan karya seni rupa yang berkualitas. Selain itu, penting juga untuk
memperhatikan detail dan keunikan alam bahan yang akan digunakan, serta
memperhatikan tren dan gaya yang sedang berkembang di dunia seni rupa.
Diharapkan para pelaku
seni rupa dapat melestarikan warisan budaya Indonesia melalui karya-karya seni
rupa yang dihasilkan. Sehingga, dapat membantu memperkaya dunia seni rupa
Indonesia dan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia ke seluruh dunia.
DAFTAR PUSTAKA
“Broude, N. (1987). Marginality and identity in the
modernist collage aesthetics of Claude Cahun and Hannah Hoch. Women's Studies,
14(2), 127-137.
“Byrne, K. (2014). The Art of Collage: The Making of Modern
Art. Bloomsbury Publishing.
“Digital Mosaic Art: Effects, Tools and Techniques. (n.d.).
Retrieved July 20, 2021, from https://www.pixel77.com/digital-mosaic-art-effects-tools-techniques/#.YOBHcajPw2w
“Firosz, S. M. (2019). Study on the conceptual nature of M3
art: Mosaic, montage, and mixed media. International Journal of Research in
Social Sciences, 9(9), 25-36.
“Gombrich, E. H. (1967). Icones symbolicae: Studies in the
art of the Renaissance. Phaidon Press.
“Hart, M. C. (2015). Basketry and Beyond: Constructing 3-D
Forms in Fiber. Schiffer Publishing.
“Ikat Dyeing: History and Techniques. (n.d.). Retrieved July
20, 2021, from https://www.craftsmanship.net/post/ikat-dyeing-history-and-techniques
“Said, F. (2019). Analyzing the role of Batik art in
Indonesia's creative economy development. Journal of Fine and Studio Art, 3(1),
1-11.
“Schaffner, I. (2014). Collage: The Making of Modern Art.
Thames & Hudson.
“Stones, R. (2001). The art of relief weaving. Taunton Press