Minggu, 23 April 2023

makalah SENI RUPA Colage, montage, mosaik, m3, anyam bentuk relief, merangkai, meronce, mencrame, batik ikat celup

 

 

SENI RUPA

Colage, montage, mosaik, m3, anyam bentuk relief, merangkai, meronce, mencrame, batik ikat celup

 

 

DOSEN PENGAMPUH

Ibu. INEKE EKAWATI S.pd,, M.pd

 

 

Disusun oleh :

NAMA :MARSYAH CLAUDIA AWOM

NIM :  2021014134846

PRODI: PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 

 

PROGRAM STUDI GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

TAHUN 2023

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar. 2

BAB I Pendahuluan. 3

BAB II Pembahasan. 3

A. COLLAGE. 3

B. MONTAGE. 4

C. MOSAIK. 5

D. M3. 5

E. ANYAM BENTUK RELIEF. 5

F. MERANGKAI 6

G. MERONCE. 8

H. MENCRAME. 9

H. BATIK IKAT CELUP. 10

BAB 3 PENUTUP. 12

KESIMPULAN.. 12

SARAN.. 12

DAFTAR PUSTAKA.. 12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Pengantar

 

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seni Rupa. Kami memilih tema tentang karya seni rupa berbentuk tekstil karena kami tertarik dengan berbagai teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa tekstil.

 

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Kami juga berterima kasih kepada sumber-sumber referensi yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini.

 

 

Biak, 11 april 2023

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I Pendahuluan

 

Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang menghasilkan karya seni berupa bentuk-bentuk tiga dimensi atau dua dimensi. Seni rupa tekstil adalah salah satu cabang seni rupa yang menghasilkan karya seni berbentuk tekstil atau kain. Berbagai teknik dapat digunakan untuk menciptakan karya seni rupa tekstil, di antaranya adalah colage, montage, mosaik, m3, anyam bentuk relief, merangkai, meronce, mencrame, batik ikat, dan celup.

 

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang berbagai teknik yang digunakan dalam menciptakan karya seni rupa tekstil dan juga untuk memperkenalkan beberapa karya seni rupa tekstil yang menarik.

 

BAB II Pembahasan

 

 

A. COLLAGE

A. Pengertian Teknik Collage

Collage berasal dari bahasa Prancis "coller" yang berarti merekatkan. Teknik collage adalah teknik penggabungan dua atau lebih bahan atau objek yang berbeda dalam satu karya seni. Bahan atau objek yang digunakan dalam teknik collage bisa berupa kertas, kain, kayu, kaca, plastik, atau bahan lainnya.

 

B. Teknik Pembuatan Karya Seni dengan Teknik Collage

Teknik collage bisa dilakukan dengan cara memotong, merekatkan, dan mengatur bahan atau objek yang berbeda untuk membentuk sebuah karya seni. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan karya seni dengan teknik collage:

Pilih bahan atau objek yang akan digunakan untuk membuat karya seni. Susun bahan atau objek tersebut sesuai dengan desain atau pola yang diinginkan. Rekatkan bahan atau objek tersebut dengan lem atau perekat khusus. Berikan sentuhan akhir pada karya seni dengan cara menggambarnya atau memberikan cat atau warna.

C. Contoh Karya Seni dengan Teknik Collage

"Les Demoiselles d'Avignon" oleh Pablo Picasso

Karya seni ini merupakan salah satu contoh karya seni dengan teknik collage. Picasso menggunakan teknik collage dengan menggabungkan potongan kertas berwarna pada lukisan "Les Demoiselles d'Avignon". Teknik collage pada karya seni ini memberikan efek yang dramatis dan unik pada karya seni tersebut.

"The Kiss" oleh Romare Bearden

Karya seni ini juga merupakan contoh karya seni dengan teknik collage. Bearden menggunakan teknik collage dengan menggungkan berbagai jenis kain pada karya seni "The Kiss". Karya seni ini menunjukkan bahwa teknik collage dapat digunakan pada seni rupa tekstil.

 

B. MONTAGE

A. Pengertian Teknik Montage

Montage berasal dari bahasa Prancis "monter" yang berarti memasang. Teknik montage adalah teknik seni rupa yang melibatkan penggabungan beberapa potongan gambar atau foto yang berbeda dalam satu karya seni. Potongan gambar atau foto tersebut bisa berasal dari berbagai sumber, seperti majalah, koran, poster, dan internet.

B. Teknik Pembuatan Karya Seni dengan Teknik Montage

Teknik montage bisa dilakukan dengan cara memotong potongan gambar atau foto dari sumber yang berbeda dan menyusunnya dalam satu karya seni. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan karya seni dengan teknik montage:

1.       Pilih potongan gambar atau foto dari sumber yang berbeda yang akan digunakan untuk membuat karya seni.

2.       Pilah potongan gambar atau foto tersebut sesuai dengan tema atau desain yang diinginkan.

3.       Susun potongan gambar atau foto tersebut dalam satu karya seni dan atur posisinya dengan tepat.

4.       Rekatkan potongan gambar atau foto tersebut dengan lem atau perekat khusus.

5.       Berikan sentuhan akhir pada karya seni dengan cara menggambarnya atau memberikan cat atau warna.

 

C. Contoh Karya Seni dengan Teknik Montage

"Untitled (Your Body Is a Battleground)" oleh Barbara Kruger

Karya seni ini merupakan salah satu contoh karya seni dengan teknik montage. Kruger menggunakan teknik montage dengan menggabungkan potongan foto dan teks dalam karya seni "Untitled (Your Body Is a Battleground)". Karya seni ini mengekspresikan pesan feminisme dan politik yang kuat melalui teknik montage.

"I See a Darkness" oleh Jake & Dinos Chapman

Karya seni ini juga merupakan contoh karya seni dengan teknik montage. Chapman bersaudara menggunakan teknik montage dengan menggabungkan potongan gambar dan benda-benda miniatur dalam karya seni "I See a Darkness". Karya seni ini menunjukkan bahwa teknik montage dapat digunakan pada seni rupa tiga dimensi.

 

 

C. MOSAIK

Ø  Seni rupa mosaik adalah seni membuat gambar atau pola dengan menggunakan potongan kecil batu, keramik, kaca, atau bahan lainnya yang disebut tesserae. Teknik ini telah digunakan sejak zaman Romawi kuno dan masih digunakan hingga saat ini.

Ø  Untuk membuat karya seni mosaik, seorang seniman harus memilih bahan yang sesuai untuk menciptakan efek visual yang diinginkan. Setelah itu, ia harus merancang gambar atau pola dan menempelkan tesserae ke permukaan yang telah dipersiapkan.

Ø  Seni rupa mosaik biasanya digunakan untuk menghias dinding, lantai, atau langit-langit bangunan. Namun, mosaik juga dapat dibuat sebagai karya seni yang mandiri, seperti lukisan atau patung.

Ø  Karya seni rupa mosaik dapat memiliki tema-tema yang beragam, seperti alam, figuratif, abstrak, atau seni rupa religius. Beberapa karya seni mosaik terkenal di dunia antara lain mozaik di Basilika San Vitale di Ravenna, Italia, dan mozaik di Masjid Agung Samarra di Irak.

 

D. M3

1.       Seni rupa teknik M3 atau dalam bahasa Inggris disebut "paper crafting" adalah seni membuat karya dengan melipat, menggunting, dan merekatkan kertas. Teknik ini memanfaatkan sifat fleksibel dan mudah dibentuk dari kertas, sehingga banyak digunakan dalam membuat karya seni seperti kado, dekorasi, dan mainan.

2.       Teknik melipat kertas, atau origami, adalah teknik melipat kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu, seperti binatang, bunga, dan geometris. Origami biasanya dilakukan dengan satu lembar kertas tanpa menggunakan gunting atau perekat, sehingga membutuhkan keahlian khusus dalam melipat dan membentuk kertas.

3.       Teknik menggunting kertas, atau paper cutting, adalah teknik memotong kertas untuk membuat pola atau bentuk tertentu. Paper cutting dapat dilakukan dengan gunting tangan atau menggunakan alat pemotong kertas, seperti cutter atau punch.

4.       Teknik merekatkan kertas, atau paper quilling, adalah teknik menggulung dan merekatkan kertas untuk membuat pola atau bentuk tertentu. Paper quilling menggunakan kertas yang dipotong tipis dan digulung menggunakan alat khusus, kemudian diatur sedemikian rupa untuk membentuk pola yang diinginkan.

5.       Teknik M3 dapat digunakan untuk membuat berbagai karya seni, mulai dari lukisan, dekorasi dinding, hiasan kado, hingga mainan. Meskipun terlihat sederhana, teknik M3 membutuhkan keahlian dan ketelitian dalam melipat, menggunting, dan merekatkan kertas. Beberapa seniman terkenal yang menggunakan teknik M3 dalam karya seni mereka antara lain Yulia Brodskaya, seniman asal Rusia yang terkenal dengan karya seni paper quilling, dan Peter Callesen, seniman asal Denmark yang terkenal dengan karya seni paper cutting.

E. ANYAM BENTUK RELIEF   

1.       Seni Rupa Anyam Bentuk Relief

Seni rupa anyam bentuk relief adalah seni membuat karya dengan menganyam serat atau bahan lainnya menjadi bentuk-bentuk tertentu yang menonjol dari permukaan dasar. Teknik ini menggabungkan antara seni anyaman dan seni rupa relief, sehingga menghasilkan karya seni yang unik dan menarik.

2.       Sejarah Seni Rupa Anyam Bentuk Relief

Seni rupa anyam bentuk relief telah dikenal sejak zaman kuno, terutama pada masyarakat tradisional di Asia, Afrika, dan Amerika. Teknik anyaman digunakan untuk membuat keranjang, tikar, dan hiasan dinding, sedangkan teknik relief digunakan untuk membuat patung dan hiasan dinding.

Pada masa Renaisans di Italia, seniman-seniman seperti Leonardo da Vinci dan Michelangelo menggunakan teknik anyaman dalam karya seni mereka. Mereka menganyam serat emas dan sutra untuk membuat karya seni yang berkilau dan indah.

3.       Bahan-Bahan yang Digunakan dalam Seni Rupa Anyam Bentuk Relief

Bahan-bahan yang digunakan dalam seni rupa anyam bentuk relief bervariasi, mulai dari serat alami, seperti rotan, bambu, dan daun pandan, hingga serat sintetis, seperti plastik dan kawat.

Selain itu, bahan tambahan seperti kaca, kayu, dan logam juga dapat digunakan dalam seni rupa anyam bentuk relief.

4.       Teknik-Teknik dalam Seni Rupa Anyam Bentuk Relief

Teknik anyaman dalam seni rupa anyam bentuk relief meliputi teknik anyaman dasar, seperti anyaman datar, anyaman spiral, dan anyaman kerucut, serta teknik anyaman khusus, seperti anyaman tusuk sate, anyaman belah ketupat, dan anyaman bintang.

Teknik relief dalam seni rupa anyam bentuk relief meliputi teknik carving, teknik molding, dan teknik modelasi.

Contoh karya seni rupa anyam bentuk relief antara lain:

ü  Relief anyaman bambu pada dinding bangunan atau hiasan dinding

ü  Kerajinan dinding anyaman rajutan plastik

ü  Patung anyaman rotan

ü  Relief anyaman kawat pada bingkai cermin atau hiasan dinding

 

5.       Keunikan dan Kelebihan Seni Rupa Anyam Bentuk Relief

Keunikan dari seni rupa anyam bentuk relief adalah penggunaan teknik anyaman yang memberikan tekstur dan warna yang khas pada karya seni, serta penggunaan teknik relief yang membuat karya seni terlihat lebih hidup dan menonjol dari permukaan dasar.

Kelebihan dari seni rupa anyam bentuk relief adalah penggunaan bahan-bahan yang mudah didapat, teknik yang dapat dipelajari dengan mudah, dan hasil karya seni yang tahan lama dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

F. MERANGKAI

Seni Rupa adalah cabang seni yang menggunakan media visual dan berfokus pada penciptaan objek atau karya seni yang dapat dilihat oleh orang lain. Merangkai karya seni rupa adalah salah satu teknik atau metode yang digunakan dalam seni rupa, di mana berbagai unsur seni diatur dan disusun secara harmonis dan estetis.

A.      Pengertian Merangkai dalam Seni Rupa

Merangkai dalam Seni Rupa merupakan teknik yang memadukan beberapa elemen seni menjadi sebuah karya seni yang harmonis dan estetis. Elemen-elemen yang digunakan dapat berupa warna, bentuk, tekstur, garis, titik, dan unsur lainnya yang berkontribusi pada keindahan karya seni tersebut.

 

B.      Tujuan dari Merangkai dalam Seni Rupa

Tujuan utama dari merangkai dalam seni rupa adalah menciptakan keindahan dan estetika dalam karya seni. Namun, selain itu, teknik merangkai juga dapat digunakan untuk menyampaikan ide atau pesan melalui karya seni tersebut. Setiap penggunaan elemen dan teknik merangkai dalam seni rupa dapat memberikan tafsiran dan makna yang berbeda-beda, tergantung pada konsep yang ingin diungkapkan oleh seniman.

C.      Teknik-Teknik Merangkai dalam Seni Rupa

a.       Kontras

Teknik merangkai dengan menggunakan kontras dilakukan dengan memadukan elemen yang kontras secara visual, seperti warna, bentuk, dan tekstur yang berlawanan, misalnya warna hitam dengan putih, bulat dengan segi empat atau tekstur kasar dengan lembut. Kontras dapat menciptakan efek dramatis dan menarik, serta memberi kesan yang tajam pada karya seni.

b.       Harmoni

Teknik merangkai dengan menggunakan harmoni dilakukan dengan memadukan elemen yang serupa dan seimbang, seperti warna yang sejenis, bentuk yang sama namun berbeda ukuran, atau tekstur dan pola yang senada. Teknik ini menghasilkan karya seni yang memiliki keseimbangan visual dan memberikan kesan yang tenang, segar, dan rileks.

c.       Gradasi

Teknik merangkai dengan menggunakan gradasi dilakukan dengan menggunakan elemen yang memiliki perbedaan skala, intensitas, atau ukuran, misalnya dengan memadukan warna yang memiliki gradasi perubahan pada kelereng atau titik dalam karya seni. Teknik ini dapat menciptakan efek gerak pada karya seni, dan memberikan kesan yang dapat memukau mata.

d.       Repetisi

Teknik merangkai dengan menggunakan repetisi dilakukan dengan memadukan elemen yang diulang-ulang dalam karya seni, seperti bentuk atau warna. Teknik ini dapat menciptakan irama dan pola yang menarik dan mudah diingat.

e.       Dominan

Teknik merangkai dengan menggunakan dominan dilakukan dengan memadukan elemen yang merupakan fokus utama pada karya seni, seperti warna mencolok atau bentuk yang menonjol. Teknik ini menghasilkan karya seni yang kuat dan menonjol, serta membantu memberikan kejelasan pada tema atau pesan yang ingin disampaikan oleh seniman.

Contoh Karya Seni Rupa yang Dibuat dengan Teknik Merangkai

1.       LUKISAN ABSTRAK

Lukisan abstrak biasanya memadukan banyak elemen seperti bentuk, warna dan bernuansa tanpa menjadi semacam representasi bentuk yang terlihat seperti benda nyata. Teknik merangkai dapat digunakan dalam lukisan abstrak dengan mempertimbangkan elemen-elemen yang diaplikasikan, seperti warna, bentuk, tekstur, dan lain-lain.

2.       KOLASE

Kolase adalah teknik merangkai yang digunakan dalam seni rupa. Kolase menggunakan material seperti kertas, kain, dan sejenisnya yang dipotong atau ditempel pada kanvas atau bidang lain. Teknik merangkai pada kolase dapat menciptakan efek tiga dimensi yang menarik.

3.       DESAIN GRAFIS

Desain grafis adalah salah satu bentuk seni rupa modern yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan karya visual yang menarik. Teknik merangkai pada desain grafis

 

G. MERONCE

Ø  Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang banyak diminati oleh masyarakat. Seni rupa terdiri dari berbagai macam teknik dan alat yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Salah satu teknik dalam seni rupa adalah meronce. Meronce adalah teknik mencetak yang menggunakan bahan yang sudah diberi pola atau motif.

Ø  Meronce sendiri juga bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu meronce tradisional dan meronce modern. Meronce tradisional menggunakan teknik mencetak pada kain dengan menggunakan pola atau motif yang diukir pada kayu atau dibuat dengan menggunakan tangan. Sedangkan meronce modern menggunakan teknik mencetak pada berbagai macam media seperti kertas dan plastik dengan menggunakan teknik cetak digital.

Ø  Untuk membuat sebuah karya seni menggunakan teknik meronce, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Pertama, menyiapkan bahan yang akan digunakan. Misalnya, bahan kain, kayu atau plastik yang akan diukir atau dibuat motif. Kedua, membuat pola atau motif dengan cara mengukir pada kayu atau membuat sketsa pada kertas. Ketiga, meratakan tinta pada pola atau motif yang sudah dibuat. Keempat, menempelkan bahan yang sudah diberi pola atau motif pada media yang ingin dihiasi seperti kain atau kertas.

Ø  Karya seni yang dihasilkan dengan teknik meronce biasanya memiliki ciri khas seperti membentuk pola atau motif yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga memberikan kesan yang teratur dan terukur. Pola atau motif yang dihasilkan pada karya seni meronce juga biasanya terjalin secara simetris atau serasi. Warna-warna yang digunakan pada karya seni meronce juga biasanya terdiri dari warna-warna yang cerah dan lebih bernuansa tradisional.

v  Dalam konteks seni rupa Indonesia, karya seni meronce juga memiliki peranan yang penting. Meronce di Indonesia biasanya digunakan pada karya seni khas dari daerah-daerah tertentu seperti batik, songket dan tenun. Selain itu, karya seni meronce juga dianggap sebagai bentuk warisan budaya karena memuat nilai-nilai dan identitas dari suatu daerah tertentu.

v  Dalam menjaga dan melestarikan seni rupa yang menggunakan teknik meronce, perlu dilakukan dalam berbagai macam cara. Misalnya, dengan melakukan pelestarian dan pengembangan teknik meronce baik dari segi praktik maupun pemikiran, penyediaan pelatihan kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan meronce untuk mempertahankan arus seni rupa tradisional, serta penciptaan wadah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang keberadaan dan kekayaan seni rupa tradisional yang masih ada di Indonesia.

v  teknik meronce adalah salah satu teknik dalam seni rupa yang penting dalam menjaga dan melestarikan seni rupa Indonesia. Teknik ini memiliki ciri khas yang cukup kentara pada karya seni yang dihasilkan sehingga memberikan nilai seni yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, teknik meronce juga menjadi bentuk pelestarian kebudayaan tradisional Indonesia. Oleh karena itu, pengajaran dan pengembangan teknik meronce harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia.

 

H. MENCRAME

A.      Pengertian Mencrame

Mencrame merupakan salah satu teknik dalam seni rupa yang sering digunakan dalam dunia seni modern. Mencrame adalah sebuah teknik dimana orang membuat gambar atau lukisan dengan cara menumpuk titik-titik.

Teknik mencrame biasanya melibatkan penggunaan alat seperti pensil dengan ujung tajam atau pena dengan ujung tipis. Jumlah titik yang digunakan bisa bervariasi dari puluhan sampai ribuan titik, tergantung pada seberapa rinci gambar yang diinginkan.

Mencrame juga bisa dilakukan di atas berbagai macam media lukis, seperti kanvas, kertas, kulit binatang, atau bahan yang lebih eksotis seperti kerang atau tumbuhan.

B.      Sejarah dan Perkembangan Mencrame

Teknik mencrame tidak terlalu baru dalam sejarah seni rupa. Teknik ini sudah sering digunakan oleh seniman pada zaman kuno, terutama pada seni rupestre (seni yang dibuat di atas batu) dan seni ukir pada zaman Yunani kuno. Namun, teknik mencrame baru menjadi populer pada era modern sekitar tahun 1880-an dan terus berkembang hingga saat ini.

Salah satu seniman terkenal yang menggunakan teknik mencrame adalah Georges Seurat, seniman Prancis yang dikenal sebagai salah satu pelopor dalam gerakan seni Pointillisme. Dalam aliran seni ini, Seurat membuat gambar dengan menempatkan titik-titik berwarna-warni yang lalu tercampur menjadi berbagai warna ketika dilihat dari jauh.

Teknik mencrame juga digunakan oleh seniman pop art, seperti Roy Lichtenstein, dalam karyanya yang ikonik seperti "Whaam!".

C.      Cara Mencrame

Untuk membuat lukisan menggunakan teknik mencrame, ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Berikut adalah tahapannya:

  1. Pilih tinta atau media yang ingin digunakan. Sebagian besar seniman menggunakan tinta hitam, tetapi Anda juga bisa menggunakan media lain seperti pensil, spidol atau cat air.
  2. Lukis dasar atau sketsa dengan tinta atau pensil. Lukisan ini akan menjadi panduan dalam menciptakan titik-titik yang akan dipakai kemudian.
  3. Buatlah titik-titik kecil dengan tinta, pensil atau spidol pada area yang akan diwarnai. Sebagian besar seniman menggunakan titik-titik yang selebar jarum untuk menciptakan tekstur yang lebih halus.
  4. Teruskan membuat titik-titik kecil ulang secara teratur hingga merasa cukup atau baik.
  5. Teruslah menciptakan gradasi warna dengan menumpuk titik-titik dalam warna yang berbeda secara perlahan.

Keuntungan dan Kekurangan Mencrame

Keuntungan menggunakan teknik mencrame dalam seni rupa adalah sebagai berikut:

  1. Teknik mencrame menghasilkan lukisan yang detail dan halus.
  2. Teknik ini sangat cocok untuk menampilkan tekstur dari bahan yang digunakan seperti kanvas atau kulit binatang.
  3. Teknik mencrame memungkinkan seniman untuk menampilkan berbagai variasi warna dan gradasi.

Kekurangan dari teknik mencrame dalam seni rupa adalah:

  1. Proses mengaplikasikan titik-titik kecil memerlukan banyak waktu dan konsentrasi.
  2. Seniman harus memiliki keterampilan tangan dan ketekunan yang tinggi untuk menyelesaikan banyak titik pada lukisan.
  3. Beberapa orang mungkin kesulitan melihat titik-titik kecil atau detail dalam lukisan yang menggunakan teknik mencrame.

 

H. BATIK IKAT CELUP

A.      Seni rupa Batik Ikat Celup

merupakan salah satu jenis seni rupa tradisional Indonesia yang sangat terkenal. Batik Ikat Celup merupakan teknik pembuatan kain yang cukup rumit dan memerlukan keahlian khusus. Dalam pembuatannya, kain dibuat dengan cara diikat dan dicelupkan secara bertahap sehingga menghasilkan corak atau gambar yang indah.

B.      Sejarah Seni Rupa Batik Ikat Celup

Seni rupa Batik Ikat Celup sudah ada sejak zaman dahulu kala, tepatnya pada masa kerajaan Majapahit. Seni rupa ini sangat terkenal di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama di daerah Yogyakarta dan Solo. Seni rupa Batik Ikat Celup pada awalnya digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti upacara pernikahan, upacara kematian, dan upacara adat lainnya.

Pada masa kolonialisme Belanda, Batik Ikat Celup banyak diproduksi dengan tujuan komersial. Sehingga, Batik Ikat Celup menjadi salah satu komoditas ekspor ekonomi Indonesia dan diakui secara internasional. Bahkan pada tahun 2009, UNESCO menetapkan Batik Ikat Celup sebagai warisan budaya dunia.

C.      Teknik Pembuatan Seni Rupa Batik Ikat Celup

Batik Ikat Celup adalah teknik pembuatan kain yang memerlukan ketelitian dan masa pembuatan yang cukup lama. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan Batik Ikat Celup:

  1. Pemilihan Kain

Pada tahap ini, kain yang akan digunakan dipilih dengan kualitas terbaik. Kain yang umum digunakan adalah kain katun, sutera atau rayon.

  1. Merancang Motif Batik

Pada tahap ini, seniman batik merancang motif batik yang akan diaplikasikan pada kain. Seniman batik dapat meniru motif yang sudah ada atau menciptakan motif baru sesuai dengan keinginan.

  1. Pembuatan Batik

Pertama-tama, seniman batik menyiapkan lilin yang diperoleh dari campuran malam dan gondorukem. Selanjutnya, lilin ini dipanaskan di atas tungku dan digunakan untuk menutupi bagian-bagian kain yang tidak ingin diikat. Proses pengikatan ini dilakukan secara teratur dan rapi sehingga terbentuk motif atau corak yang diinginkan.

  1. Penyemprotan

Pada tahap ini, kain yang sudah diikat akan disemprot dengan air. Tujuannya agar lilin lebih mudah menutupi permukaan kain. Lilin akan menyebar dan menutup permukaan kain yang tidak ingin diwarnai.

  1. Pencelupan

Kain kemudian dicelupkan ke dalam larutan pewarna yang sudah disiapkan. Setelah dicelupkan, kain dicuci untuk memastikan warna benar-benar menempel pada kain dan tidak luntur. Tahap ini dapat dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan warna yang lebih intens.

  1. Pembukaan Ikatan dan Pencerahan

Setelah kering, kain akan dipanaskan agar lilin dapat meleleh. Kain kemudian dicuci dengan air panas dan digantung kering. Lilin akan meleleh dan terbuka sehingga membuka ikatan kain yang tadinya tertutup lilin. Kain kemudian dijepit di antara dua papan agar lebih mudah dilakukan proses pencerahan. Pencerahan dilakukan dengan menyiram kain dengan air mengalir.

Warna yang diaplikasikan pada kain akan menempel pada area kain yang tertutup lilin. Sedangkan area kain yang terbuka akan terlihat tidak berwarna atau berwarna terang. Proses pembukaan ikatan dan pencerahan dapat dilakukan beberapa kali untuk daerah yang memerlukan warna yang lebih cerah.

D.      Karakteristik Seni Rupa Batik Ikat Celup

Seni rupa Batik Ikat Celup memiliki ciri khas yaitu warna alami dan motif corak unik yang membuat setiap kain batik memiliki keunikan tersendiri. Motif batik umumnya menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa

 

 

BAB 3 PENUTUP

 

KESIMPULAN

Seni rupa memiliki berbagai teknik penyajian, salah satunya adalah collage, montage, mosaik, m3, anyam bentuk relief, merangkai, meronce, mencrame, batik ikat celup. Setiap teknik memiliki keunikan tersendiri dalam penyajian seni rupa.

Collage, montage, dan mosaik adalah teknik penyajian seni rupa yang melibatkan penggabungan berbagai bahan atau unsur untuk membentuk karya seni. Sementara itu, teknik anyam bentuk relief, merangkai, meronce, dan mencrame lebih fokus pada penggunaan bahan alami seperti kayu, bambu, atau rotan.

Teknik batik ikat celup adalah teknik yang melibatkan pola-pola yang dihasilkan dari pilihan warna dan teknik ikat dan celup, sehingga menghasilkan karya seni yang indah dan unik.

 

SARAN

Penting bagi para pelaku seni rupa untuk menggali pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat menciptakan karya seni rupa yang berkualitas. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan detail dan keunikan alam bahan yang akan digunakan, serta memperhatikan tren dan gaya yang sedang berkembang di dunia seni rupa.

Diharapkan para pelaku seni rupa dapat melestarikan warisan budaya Indonesia melalui karya-karya seni rupa yang dihasilkan. Sehingga, dapat membantu memperkaya dunia seni rupa Indonesia dan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia ke seluruh dunia.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

“Broude, N. (1987). Marginality and identity in the modernist collage aesthetics of Claude Cahun and Hannah Hoch. Women's Studies, 14(2), 127-137.

“Byrne, K. (2014). The Art of Collage: The Making of Modern Art. Bloomsbury Publishing.

“Digital Mosaic Art: Effects, Tools and Techniques. (n.d.). Retrieved July 20, 2021, from https://www.pixel77.com/digital-mosaic-art-effects-tools-techniques/#.YOBHcajPw2w

“Firosz, S. M. (2019). Study on the conceptual nature of M3 art: Mosaic, montage, and mixed media. International Journal of Research in Social Sciences, 9(9), 25-36.

“Gombrich, E. H. (1967). Icones symbolicae: Studies in the art of the Renaissance. Phaidon Press.

“Hart, M. C. (2015). Basketry and Beyond: Constructing 3-D Forms in Fiber. Schiffer Publishing.

“Ikat Dyeing: History and Techniques. (n.d.). Retrieved July 20, 2021, from https://www.craftsmanship.net/post/ikat-dyeing-history-and-techniques

“Said, F. (2019). Analyzing the role of Batik art in Indonesia's creative economy development. Journal of Fine and Studio Art, 3(1), 1-11.

“Schaffner, I. (2014). Collage: The Making of Modern Art. Thames & Hudson.

“Stones, R. (2001). The art of relief weaving. Taunton Press

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH KEPRAMUKAAN :P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI

  Cover MAKALAH KEPRAMUKAAN   P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI   Dosen pengampuh matakul...