Senin, 06 November 2023

KURANGNYA BAHAN AJAR ATAU SUMBER DAYA YANG MEMADAI UNTUK MENGAJAR PKN DI SEKOLAH DASAR DI PAPUA. DI KAMPUNG BARUKI DISTRIK NUMFOR BARAT TAHUN 2022 masalah pembelajaran di papua

 

KURANGNYA BAHAN AJAR ATAU SUMBER DAYA YANG MEMADAI UNTUK MENGAJAR PKN DI SEKOLAH DASAR DI PAPUA. DI KAMPUNG BARUKI DISTRIK NUMFOR BARAT TAHUN 2022

Marsyah claudia awom2022

 

 

Abstrak

Kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai menjadi salah satu kendala dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di sekolah dasar di Papua. Terutama di Kampung Baruki, Distrik Numfor Barat tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai terhadap pengajaran PKN di sekolah dasar di kampung tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai menghambat proses pembelajaran PKN di sekolah dasar di kampung tersebut. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman siswa tentang nilai-nilai kewarganegaraan dan kurangnya motivasi untuk belajar PKN. dari penelitian ini adalah bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan ketersediaan bahan ajar atau sumber daya yang memadai dalam pengajaran PKN di sekolah dasar di kampung Baruki, Distrik Numfor Barat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pihak terkait dalam perencanaan dan implementasi pembelajaran PKN di sekolah dasar di Papua.

 

Kata kunci: masalah pembelajaran di papua

 

 

A.    Pendahuluan

Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memupuk rasa cinta tanah air serta nilai-nilai kebhinekaan di kalangan siswa. Namun, di sekolah dasar di Papua, terutama di Kampung Baruki, Distrik Numfor Barat, tahun 2022, pengajaran PKN masih menghadapi kendala yang cukup kompleks, yaitu kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran PKN yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Penelitian ini akan mengkaji dampak dari kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai dalam pengajaran PKN di sekolah dasar di kampung Baruki.

 

B.     Pembahasan

Pembelajaran PKN di sekolah dasar di kampung Baruki menghadapi tantangan yang signifikan akibat kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai. Salah satu masalah utamanya adalah minimnya buku teks atau materi pelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar PKN. Selain itu, keterbatasan akses terhadap media pembelajaran seperti komputer atau internet juga menjadi kendala dalam menghadirkan variasi dalam pembelajaran. Dalam hal ini, guru sering kali terbatas dalam menyajikan informasi yang relevan dan menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa.

 

Kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai juga berdampak pada pemahaman siswa tentang nilai-nilai kewarganegaraan. Siswa cenderung hanya menghafalkan fakta-fakta yang disampaikan oleh guru tanpa benar-benar memahami signifikansi dari nilai-nilai tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kewarganegaraan juga berkontribusi pada rendahnya motivasi untuk belajar PKN.

 

C.     Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai memiliki dampak negatif terhadap pengajaran PKN di sekolah dasar di kampung Baruki. Guru sulit menyajikan informasi yang relevan dan menarik tanpa adanya buku teks atau akses media pembelajaran. Selain itu, rendahnya pemahaman siswa tentang nilai-nilai kewarganegaraan juga terjadi akibat minimnya bahan ajar yang dapat digunakan. Hal ini berimbas pada rendahnya motivasi siswa untuk belajar PKN.

 

KESIMPULAN

Kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai untuk mengajar PKN di sekolah dasar di Papua, khususnya di Kampung Baruki, Distrik Numfor Barat, merupakan tantangan yang signifikan bagi pendidikan di wilayah tersebut pada tahun 2022. Hal ini mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa-siswa di sekolah dasar di daerah tersebut.

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya buku ajar yang memadai untuk mata pelajaran PKN. Buku-buku yang tersedia sudah tua dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Selain itu, kurangnya aksesibilitas terhadap teknologi juga menjadi faktor penghambat dalam memperoleh sumber daya pembelajaran yang lebih baik, seperti akses terhadap internet dan komputer.

Kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai juga berdampak negatif terhadap kualitas pengajaran. Guru cenderung menghadapi kesulitan dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa, karena terbatasnya materi yang tersedia. Beberapa topik dalam mata pelajaran PKN mungkin tidak dapat diajarkan secara efektif karena keterbatasan sumber daya.

Selain itu, keterbatasan ini juga dapat menyebabkan kesenjangan dalam kesempatan belajar antara siswa di Kampung Baruki dengan siswa di daerah lain yang memiliki akses lebih baik terhadap sumber daya pembelajaran. Siswa di Kampung Baruki memiliki peluang yang lebih kecil untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam hal kepemimpinan, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah perlu diambil. Pertama, pemerintah dan lembaga terkait harus memberikan alokasi dana yang memadai untuk pengadaan bahan ajar yang baru dan relevan. Buku-buku ajar perlu diperbarui secara berkala dan disesuaikan dengan perkembangan zaman serta karakteristik siswa di Kampung Baruki.

Selanjutnya, upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap teknologi dan sumber daya pembelajaran digital. Instalasi komputer dan akses internet harus disediakan di sekolah dasar di wilayah ini. Guru-guru juga perlu diberikan pelatihan dalam penggunaan teknologi sebagai alat bantu pengajaran.

Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua perlu diupayakan secara serius dan berkelanjutan. Dengan meningkatkan bahan ajar dan sumber daya yang memadai untuk pengajaran PKN di sekolah dasar di Kampung Baruki, siswa-siswa di wilayah tersebut akan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka:

 

Anwar, M. (2018). Pengaruh Ketersediaan Sumber Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SD. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 2(2), 69-96.

Dewi, I. G., & Noviari, F. (2019). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Siswa Sekolah Dasar. KICo Journal of Elementary Education, 1(2), 97-109.

Kemenristekdikti (2019). Buku Pemutakhiran Pedoman Penulisan Buku Teks Pelajaran. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Palilingan, V. (2020). Pengaruh Pemanfaatan Buku Ajar Terhadap Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas III SDN Halong Boleng Kecamatan Maniamolo Selatan Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Pembelajaran Dasar, 4(1), 94-109.

Sudjana, N. (2015). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algensindo.

 

 

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH KEPRAMUKAAN :P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI

  Cover MAKALAH KEPRAMUKAAN   P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI   Dosen pengampuh matakul...