KURANGNYA BAHAN AJAR ATAU SUMBER DAYA YANG MEMADAI
UNTUK MENGAJAR PKN DI SEKOLAH DASAR DI PAPUA. DI KAMPUNG BARUKI DISTRIK NUMFOR
BARAT TAHUN 2022
Marsyah claudia awom2022
Abstrak
Kurangnya bahan ajar atau
sumber daya yang memadai menjadi salah satu kendala dalam pengajaran Pendidikan
Kewarganegaraan (PKN) di sekolah dasar di Papua. Terutama di Kampung Baruki,
Distrik Numfor Barat tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dampak kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai terhadap pengajaran
PKN di sekolah dasar di kampung tersebut. Metode penelitian yang digunakan
adalah studi kasus dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan
analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya bahan ajar atau
sumber daya yang memadai menghambat proses pembelajaran PKN di sekolah dasar di
kampung tersebut. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman siswa tentang
nilai-nilai kewarganegaraan dan kurangnya motivasi untuk belajar PKN. dari
penelitian ini adalah bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan ketersediaan
bahan ajar atau sumber daya yang memadai dalam pengajaran PKN di sekolah dasar
di kampung Baruki, Distrik Numfor Barat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat
memberikan masukan bagi pihak terkait dalam perencanaan dan implementasi
pembelajaran PKN di sekolah dasar di Papua.
Kata kunci: masalah
pembelajaran di papua
A.
Pendahuluan
Pendidikan
Kewarganegaraan (PKN) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan
memupuk rasa cinta tanah air serta nilai-nilai kebhinekaan di kalangan siswa.
Namun, di sekolah dasar di Papua, terutama di Kampung Baruki, Distrik Numfor
Barat, tahun 2022, pengajaran PKN masih menghadapi kendala yang cukup kompleks,
yaitu kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai. Hal ini dapat menjadi
hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran PKN yang sesuai dengan kurikulum
yang berlaku. Penelitian ini akan mengkaji dampak dari kurangnya bahan ajar
atau sumber daya yang memadai dalam pengajaran PKN di sekolah dasar di kampung
Baruki.
B.
Pembahasan
Pembelajaran PKN di
sekolah dasar di kampung Baruki menghadapi tantangan yang signifikan akibat
kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai. Salah satu masalah utamanya
adalah minimnya buku teks atau materi pelajaran yang dapat digunakan oleh guru
dalam mengajar PKN. Selain itu, keterbatasan akses terhadap media pembelajaran
seperti komputer atau internet juga menjadi kendala dalam menghadirkan variasi
dalam pembelajaran. Dalam hal ini, guru sering kali terbatas dalam menyajikan
informasi yang relevan dan menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Kurangnya bahan ajar atau
sumber daya yang memadai juga berdampak pada pemahaman siswa tentang
nilai-nilai kewarganegaraan. Siswa cenderung hanya menghafalkan fakta-fakta
yang disampaikan oleh guru tanpa benar-benar memahami signifikansi dari
nilai-nilai tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman
siswa terhadap nilai-nilai kewarganegaraan juga berkontribusi pada rendahnya
motivasi untuk belajar PKN.
C.
Hasil
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kurangnya bahan ajar atau sumber daya yang memadai memiliki
dampak negatif terhadap pengajaran PKN di sekolah dasar di kampung Baruki. Guru
sulit menyajikan informasi yang relevan dan menarik tanpa adanya buku teks atau
akses media pembelajaran. Selain itu, rendahnya pemahaman siswa tentang
nilai-nilai kewarganegaraan juga terjadi akibat minimnya bahan ajar yang dapat
digunakan. Hal ini berimbas pada rendahnya motivasi siswa untuk belajar PKN.
KESIMPULAN
Kurangnya bahan ajar atau
sumber daya yang memadai untuk mengajar PKN di sekolah dasar di Papua,
khususnya di Kampung Baruki, Distrik Numfor Barat, merupakan tantangan yang
signifikan bagi pendidikan di wilayah tersebut pada tahun 2022. Hal ini
mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa-siswa di sekolah
dasar di daerah tersebut.
Salah satu permasalahan
utama yang dihadapi adalah kurangnya buku ajar yang memadai untuk mata
pelajaran PKN. Buku-buku yang tersedia sudah tua dan tidak sesuai dengan
perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Selain itu, kurangnya aksesibilitas
terhadap teknologi juga menjadi faktor penghambat dalam memperoleh sumber daya
pembelajaran yang lebih baik, seperti akses terhadap internet dan komputer.
Kurangnya bahan ajar atau
sumber daya yang memadai juga berdampak negatif terhadap kualitas pengajaran.
Guru cenderung menghadapi kesulitan dalam menciptakan pengalaman belajar yang
menarik dan interaktif bagi siswa, karena terbatasnya materi yang tersedia.
Beberapa topik dalam mata pelajaran PKN mungkin tidak dapat diajarkan secara
efektif karena keterbatasan sumber daya.
Selain itu, keterbatasan
ini juga dapat menyebabkan kesenjangan dalam kesempatan belajar antara siswa di
Kampung Baruki dengan siswa di daerah lain yang memiliki akses lebih baik
terhadap sumber daya pembelajaran. Siswa di Kampung Baruki memiliki peluang
yang lebih kecil untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam hal
kepemimpinan, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Untuk mengatasi masalah
ini, langkah-langkah perlu diambil. Pertama, pemerintah dan lembaga terkait
harus memberikan alokasi dana yang memadai untuk pengadaan bahan ajar yang baru
dan relevan. Buku-buku ajar perlu diperbarui secara berkala dan disesuaikan
dengan perkembangan zaman serta karakteristik siswa di Kampung Baruki.
Selanjutnya, upaya perlu dilakukan
untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap teknologi dan sumber daya
pembelajaran digital. Instalasi komputer dan akses internet harus disediakan di
sekolah dasar di wilayah ini. Guru-guru juga perlu diberikan pelatihan dalam
penggunaan teknologi sebagai alat bantu pengajaran.
Pendidikan merupakan
aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Papua perlu diupayakan secara serius dan
berkelanjutan. Dengan meningkatkan bahan ajar dan sumber daya yang memadai
untuk pengajaran PKN di sekolah dasar di Kampung Baruki, siswa-siswa di wilayah
tersebut akan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang
berkualitas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Daftar Pustaka:
Anwar, M. (2018). Pengaruh Ketersediaan Sumber Belajar
terhadap Prestasi Belajar Siswa SD. Indonesian Journal of Educational Science
(IJES), 2(2), 69-96.
Dewi, I. G., & Noviari, F. (2019). Pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi
Siswa Sekolah Dasar. KICo Journal of Elementary Education, 1(2), 97-109.
Kemenristekdikti (2019). Buku Pemutakhiran Pedoman
Penulisan Buku Teks Pelajaran. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi.
Palilingan, V. (2020). Pengaruh Pemanfaatan Buku Ajar
Terhadap Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas III SDN Halong Boleng Kecamatan
Maniamolo Selatan Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Pembelajaran Dasar, 4(1),
94-109.
Sudjana, N. (2015). Dasar-dasar Proses Belajar
Mengajar. Sinar Baru Algensindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar