Minggu, 23 April 2023

makalah KAJIAN IPA SD KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL MODEL PEMBELAJARAN IPA DI SD

 

KAJIAN IPA SD

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL MODEL  PEMBELAJARAN IPA DI SD

 

DOSEN PENGAMPU

Ibu. RIANA PUSPITA SARIE S.pd,,M.pd

 

 

 

DISUSUN OLEH:

NAMA : MARSYAH CLAUDIA AWOM

NIM     : 2021014134848

PRODI: PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

TAHUN 2023

 

KATA PENGANTAR

 Puji syukur kami panjantkan kehadirat Tuhan yang maha esa, yang atas  berkatnya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL MODEL  PEMBELAJARAN IPA DI SD  “. penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang di berikan dalam mata kuliah ‘KAJIAN IPA SD” di universitas cendrawasih.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada Teknik penulisan  maupun materi,mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini

kami mengucapkan terimah kasih yang sebesar besarnya kepada pihak pihak yang membantu  dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

 

 

 

UNCEN BIAK. 16,APRIL,2023

 

 

PENULIS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR. 2

DAFTAR ISI 3

BAB 1 PENDAHULUAN.. 4

A. LATAR BELAKANG : 4

B. RUMUSAN MASALAH: 4

C. TUJUAN: 4

BAB 2 PEMBAHASAN.. 5

2.1 Model Pembelajaran Inkuiri 5

A. Definisi Model Pembelajaran Inkuiri 5

B. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri 5

C. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri 6

2.2 Model Pembelajaran Cooperative Learning. 6

1. Definisi Model Pembelajaran Cooperative Learning. 7

2. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Cooperative Learning. 7

3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Cooperative Learning. 7

2.3 Model Pembelajaran Inquiry Training. 8

1. Definisi Model Pembelajaran Inquiry Training. 8

2. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inquiry Training. 9

3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inquiry Training. 9

2.4 Model Pembelajaran Discovery Learning. 10

1. Definisi Model Pembelajaran Discovery Learning. 10

2. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Discovery Learning. 10

3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Discovery Learning. 11

BAB 3 PENUTUP. 12

A. KESIMPULAN.. 12

B. SARAN.. 12

DAFTAR PUSTAKA: 13

 

 

 

BAB 1 PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG :

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Salah satu mata pelajaran yang berfungsi sebagai pintu gerbang untuk memahami dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). IPA merupakan mata pelajaran yang mempunyai konsep dan prinsip dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, guru-guru IPA harus memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memilih model pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan pada kehidupan sehari-hari.

Model pembelajaran merupakan prosedur atau tata cara yang digunakan oleh seorang guru untuk memanajemen proses belajar mengajar agar lebih efektif dan efisien serta dapat mencapai tujuan pembelajaran. Pada makalah ini akan dibahas tentang kelebihan dan kekurangan dari beberapa model pembelajaran IPA yang dapat digunakan di Sekolah Dasar.

B. RUMUSAN MASALAH:

  1. Apa saja model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA di SD?
  2. Apa kelebihan dan kekurangan dari setiap model pembelajaran IPA di SD?
  3. Bagaimana cara guru dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang tepat?

C. TUJUAN:

  1. Mengetahui model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA di SD.
  2. Memahami kelebihan dan kekurangan dari setiap model pembelajaran IPA di SD.
  3. Membantu guru dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang tepat agar pembelajaran IPA di SD lebih efektif dan efisien.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Model Pembelajaran Inkuiri

Kelebihan dari model pembelajaran inkuiri adalah dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan dan eksperimen secara langsung, dan membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dalam model ini, siswa lebih aktif dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Namun, model pembelajaran inkuiri juga memiliki beberapa kekurangan, seperti dalam beberapa kasus, siswa tidak dapat menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan sendiri, membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode pembelajaran lainnya, dan siswa yang kurang tertarik pada IPA dapat kehilangan minat dalam model pembelajaran ini.

 

Beberapa ciri khas dari model pembelajaran inkuiri antara lain pembelajaran berpusat pada siswa, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis eksperimen. Selain itu, model pembelajaran inkuiri juga memperhatikan kebutuhan siswa dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam proses pembelajaran.

Berikut ini adalah pengertian dan pembahasan lebih lanjut tentang Model Pembelajaran Inkuiri:

A. Definisi Model Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Dalam model ini, siswa lebih aktif dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan dan memperoleh pengalaman langsung dalam memecahkan masalah. Model pembelajaran inkuiri ini berfokus pada proses belajar yang menekankan pada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah.

B. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri

        Model pembelajaran inkuiri memiliki beberapa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan

        dalam proses pembelajaran, yaitu:

  • Pembelajaran berpusat pada siswa: Pembelajaran inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Dalam model ini, guru berperan sebagai fasilitator untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran.
  • Pembelajaran berbasis masalah: Dalam model pembelajaran inkuiri, siswa dihadapkan pada masalah atau pertanyaan yang harus mereka selesaikan. Pembelajaran berbasis masalah ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, sehingga siswa dapat memahami konsep-konsep dengan lebih baik.
  • Pembelajaran berbasis proyek: Model pembelajaran inkuiri sering menggunakan pembelajaran berbasis proyek, yaitu proses pembelajaran yang melibatkan siswa dalam membuat produk atau karya yang berhubungan dengan materi pelajaran. Pembelajaran berbasis proyek dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep dengan lebih baik dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
  • Pembelajaran berbasis eksperimen: Dalam model pembelajaran inkuiri, siswa belajar melalui pengalaman langsung dalam melakukan eksperimen atau observasi. Dalam model ini, siswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam memecahkan masalah.

C. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

       Proses pembelajaran dalam model pembelajaran inkuiri terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  • Mengajukan pertanyaan: Langkah awal dalam model pembelajaran inkuiri adalah mengajukan pertanyaan atau masalah yang harus diselesaikan.
  • Merencanakan dan melakukan eksperimen: Siswa merencanakan dan melakukan eksperimen atau observasi untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Dalam model ini, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam memecahkan masalah.
  • Analisis data: Setelah melakukan eksperimen, siswa menganalisis data yang telah diperoleh untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
  • Menyimpulkan hasil: Siswa menyimpulkan hasil dari analisis data yang telah dilakukan. Dalam langkah ini, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep yang terkait dengan pertanyaan yang dia

 

2.2 Model Pembelajaran Cooperative Learning

Kelebihan dari model pembelajaran cooperative learning adalah dapat meningkatkan kerja sama dan interaksi antar siswa, membantu siswa untuk memecahkan masalah secara bersama-sama, dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Dalam model ini, siswa belajar dengan cara berkolaborasi, sehingga dapat meningkatkan keterampilan sosial, memupuk rasa empati dan toleransi, serta meningkatkan motivasi belajar siswa.

Namun, model pembelajaran cooperative learning juga memiliki beberapa kekurangan, seperti siswa cenderung tidak fokus pada tugas yang diberikan, terdapat kemungkinan bahwa salah satu siswa menjadi pemimpin dalam kelompok dan siswa yang lain menjadi pengikut, dan tidak semua siswa merasa nyaman dalam bekerja dalam kelompok.

1. Definisi Model Pembelajaran Cooperative Learning

Cooperative Learning adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil dan menggunakan kerjasama sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam model ini, siswa bekerja sama dan saling membantu satu sama lain dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran cooperative learning ini menekankan pada pentingnya kerjasama dan interaksi sosial dalam proses pembelajaran.

2. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Cooperative Learning

Model pembelajaran cooperative learning memiliki beberapa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, yaitu:

  • Kerjasama: Kerjasama adalah prinsip utama dalam model pembelajaran cooperative learning. Siswa belajar bersama-sama dan saling membantu satu sama lain dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam model ini, siswa merasa lebih terlibat dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
  • Kelompok-Kelompok Kecil: Dalam model pembelajaran cooperative learning, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini memungkinkan siswa untuk lebih mudah berinteraksi satu sama lain dan membantu dalam proses pembelajaran.
  • Interaksi Sosial: Interaksi sosial menjadi prinsip penting dalam model pembelajaran cooperative learning. Dalam model ini, siswa belajar melalui interaksi sosial yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan interpersonal.
  • Keterampilan Individu: Keterampilan individu juga menjadi prinsip dalam model pembelajaran cooperative learning. Dalam model ini, siswa saling membantu satu sama lain dalam mengembangkan keterampilan individu mereka.

3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Cooperative Learning

Proses pembelajaran dalam model pembelajaran cooperative learning terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  • Pembentukan Kelompok-Kelompok Kecil: Langkah awal dalam model pembelajaran cooperative learning adalah membentuk kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil harus dibentuk secara acak dan terdiri dari siswa dengan kemampuan dan latar belakang yang berbeda.
  • Pembagian Tugas: Setelah kelompok-kelompok kecil terbentuk, tugas atau proyek akan dibagi kepada setiap anggota kelompok. Tugas-tugas ini dapat berupa penyelesaian suatu masalah, diskusi tentang topik tertentu atau membuat sebuah proyek tertentu.
  • Kerjasama dalam Kelompok: Anggota kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas atau proyek yang diberikan. Setiap anggota kelompok memberikan kontribusi yang sama dalam proses pembelajaran.
  • Evaluasi Kelompok: Setelah tugas atau proyek selesai, setiap kelompok akan dievaluasi. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai kontribusi setiap anggota kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok di masa yang akan datang.
  • Evaluasi Individu: Selain evaluasi kelompok, setiap anggota juga akan dievaluasi secara individu. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai keterampilan individu setiap siswa dan memberikan masukan yang diperlukan.

Model pembelajaran cooperative learning ini sudah banyak diterapkan di berbagai sekolah, baik untuk pendidikan formal maupun nonformal, dan terbukti memberikan hasil yang positif terhadap motivasi belajar dan hasil akademik siswa

2.3 Model Pembelajaran Inquiry Training

Kelebihan dari model pembelajaran inquiry training adalah dapat menumbuhkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, membantu siswa untuk memahami konsep-konsep IPA secara menyeluruh, dan memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan penyelidikan ilmiah. Dalam model ini, siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah, menyelidiki fenomena dan berpikir kritis serta kreatif.

Namun, model pembelajaran inquiry training juga memiliki beberapa kekurangan, seperti membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan hasil yang signifikan, siswa yang kurang tertarik pada IPA dapat kehilangan minat dalam model pembelajaran ini, dan terdapat kemungkinan bahwa siswa dapat terlalu terfokus pada proses penyelidikan dan kehilangan tujuan utama dari pembelajaran IPA.

Model pembelajaran inquiry training adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai peneliti dalam proses pembelajaran. Dalam model ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam melakukan penelitian, mengumpulkan informasi, dan mengevaluasi hasil. Model pembelajaran ini juga menekankan pada pentingnya pembelajaran mandiri dan berbasis masalah.

Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai Model Pembelajaran Inquiry Training:

1. Definisi Model Pembelajaran Inquiry Training

Inquiry Training adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai peneliti dalam proses pembelajaran. Dalam model ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam melakukan penelitian, mengumpulkan informasi, dan mengevaluasi hasil. Pembelajaran berbasis inquiry training menekankan pada pentingnya pembelajaran mandiri dan berbasis masalah.

2. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inquiry Training

Model pembelajaran inquiry training memiliki beberapa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, yaitu:

  • Berbasis Masalah: Prinsip utama dalam model pembelajaran inquiry training adalah berbasis masalah. Dalam model ini, siswa diajak untuk menemukan jawaban atas masalah atau pertanyaan yang diberikan melalui proses penelitian dan pengumpulan informasi.
  • Pembelajaran Mandiri: Pembelajaran mandiri menjadi prinsip penting dalam model pembelajaran inquiry training. Dalam model ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam melakukan penelitian secara mandiri.
  • Keterampilan Berpikir Kritis: Keterampilan berpikir kritis menjadi prinsip penting dalam model pembelajaran inquiry training. Dalam model ini, siswa diajak untuk mempertanyakan dan mengevaluasi informasi, sehingga dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka.
  • Penerapan Hasil Penelitian: Penerapan hasil penelitian menjadi prinsip penting dalam model pembelajaran inquiry training. Dalam model ini, siswa diharapkan dapat menerapkan hasil penelitian mereka dalam kehidupan sehari-hari.

3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inquiry Training

Proses pembelajaran dalam model pembelajaran inquiry training terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  • Identifikasi Masalah: Langkah pertama dalam model pembelajaran inquiry training adalah mengidentifikasi masalah atau pertanyaan yang ingin dijawab. Siswa diajak untuk mempertanyakan masalah atau pertanyaan yang muncul dan mencari tahu jawabannya.
  • Pengumpulan Informasi: Setelah identifikasi masalah atau pertanyaan, siswa melakukan pengumpulan informasi dan data yang diperlukan. Siswa dapat melakukan penelitian secara mandiri atau dengan bantuan guru.
  • Analisis dan Interpretasi Data: Setelah pengumpulan data selesai, siswa melakukan analisis dan interpretasi data yang telah dikumpulkan. Siswa diharapkan dapat memperoleh kesimpulan yang tepat dari data yang telah dianalisis.
  • Setelah melakukan analisis dan interpretasi data, siswa membuat kesimpulan atas hasil penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan ini dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mengidentifikasi jawaban dari masalah atau pertanyaan yang dihadapi.
  • Penerapan: Setelah kesimpulan dibuat, siswa diharapkan dapat menerapkan hasil penelitian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini dapat membantu siswa memahami pentingnya penelitian dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap masyarakat.

Model pembelajaran inquiry training merupakan model pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan mereka dalam melakukan penelitian dan pengumpulan informasi. Model ini juga dapat membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang masalah atau pertanyaan yang dihadapi. Dengan demikian, model pembelajaran inquiry training dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan.

 

2.4 Model Pembelajaran Discovery Learning

Kelebihan dari model pembelajaran discovery learning adalah dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan, memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang alami dan menyenangkan, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam model ini, siswa lebih aktif dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan dan memperoleh pengalaman langsung dalam memecahkan masalah.

Namun, model pembelajaran discovery learning juga memiliki beberapa kekurangan, seperti siswa dapat kehilangan fokus jika tidak ada bimbingan yang cukup, terlalu banyak pemecahan masalah dapat menurunkan kualitas pembelajaran, dan tidak semua siswa dapat belajar dengan cara discovery learning.

Model Pembelajaran Discovery Learning adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa pada posisi aktif dalam proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep atau topik yang dipelajari. Dalam model ini, guru berperan sebagai fasilitator atau pengarah dalam proses pembelajaran.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Model Pembelajaran Discovery Learning:

1. Definisi Model Pembelajaran Discovery Learning

Discovery Learning adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa pada posisi aktif dalam proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep atau topik yang dipelajari. Dalam model ini, guru berperan sebagai fasilitator atau pengarah dalam proses pembelajaran.

2. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning memiliki beberapa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, yaitu:

  • Siswa Diberi Kebebasan: Siswa diberi kebebasan untuk menentukan cara dan metode belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.
  • Siswa Aktif dalam Pembelajaran: Siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan mengambil peran sebagai penemu, peneliti, dan eksperimen.
  • Guru Sebagai Fasilitator: Guru berperan sebagai fasilitator atau pengarah dalam proses pembelajaran, memberikan bantuan atau arahan yang diperlukan untuk memudahkan siswa dalam menemukan konsep atau topik yang dipelajari.
  • Pembelajaran Dilakukan Melalui Eksperimen: Pembelajaran dilakukan melalui eksperimen atau percobaan, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman sendiri dan belajar langsung dari hasil yang diperoleh.
  • Belajar Berpusat pada Siswa: Belajar berpusat pada siswa dan disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan dan minat siswa.

3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Discovery Learning

        Proses pembelajaran dalam model Discovery Learning terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  • Mengidentifikasi Masalah atau Pertanyaan: Langkah pertama dalam model pembelajaran Discovery Learning adalah mengidentifikasi masalah atau pertanyaan yang ingin dijawab. Siswa diajak untuk mempertanyakan masalah atau pertanyaan yang muncul dan mencari tahu jawabannya.
  • Mencari dan Mengumpulkan Informasi: Setelah identifikasi masalah atau pertanyaan, siswa melakukan pencarian dan pengumpulan informasi dan data yang diperlukan. Siswa dapat melakukan penelitian secara mandiri atau dengan bantuan guru.
  • Menganalisis dan Mengevaluasi Informasi: Setelah pengumpulan data selesai, siswa melakukan analisis dan evaluasi terhadap data yang telah dikumpulkan. Siswa diharapkan dapat memahami secara lebih baik tentang masalah atau pertanyaan yang dihadapi.
  • Penemuan atau Pemecahan Masalah: Setelah melakukan analisis dan evaluasi terhadap data, siswa diharapkan mampu menemukan atau memecahkan masalah yang dihadapi.
  • Penerapan Hasil Penemuan: Setelah penemuan atau pemecahan masalah dilakukan, siswa diharapkan dapat menerapkan hasil penemuan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini dapat membantu siswa memahami pentingnya penemuan dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap masyarakat.

Model pembelajaran Discovery Learning sangat efektif digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna. Dalam model ini, siswa diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran dan belajar secara mandiri. Oleh karena itu, model pembelajaran Discovery Learning sangat cocok untuk diimplementasikan dalam sistem pendidikan yang lebih terbuka dan demokratis.

 

 

 

BAB 3 PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dalam pembelajaran IPA di SD, terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan, seperti model pembelajaran inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran eksperimen, dan model pembelajaran simulasi. Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Model pembelajaran inkuiri dapat membantu siswa untuk lebih aktif dan kritis dalam mempelajari IPA, sedangkan model pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa untuk bekerja sama dan saling membantu dalam memahami materi. Model pembelajaran eksperimen dapat membantu siswa untuk memahami materi secara langsung melalui percobaan, sedangkan model pembelajaran simulasi dapat membantu siswa memahami materi melalui pengalaman yang menarik.

 

B. SARAN

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran IPA di SD, sebaiknya guru mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing model. Guru juga dapat memilih model yang paling sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang akan dipelajari. Selain itu, guru dapat berkreasi dalam mengembangkan model pembelajaran yang sudah ada atau menciptakan model pembelajaran yang baru agar dapat lebih efektif dalam membantu siswa memahami materi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA:

  • Agustina, R., & Widiastuti, K. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sifat Cahaya. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 5(2), 131-137.
  • Arifin, Z. (2018). Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Cakrawala Pendidikan, 37(2), 208-216.
  • Fadillah, R., & Wulandari, L. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Eksperimen terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Energi. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 5(2), 105-111.
  • Kusuma, P. (2019). Analisis Penerapan Model Pembelajaran Simulasi pada Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(2), 161-174.
  • Rahmawati, D. A. (2019). Analisis Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Pembelajaran IPA Kelas V SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(1), 91-102.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH KEPRAMUKAAN :P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI

  Cover MAKALAH KEPRAMUKAAN   P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI   Dosen pengampuh matakul...