Minggu, 23 April 2023

makalah Manajemen kelas Pendekatan dalam manajemen kelas

 

 

Manajemen kelas

Pendekatan dalam manajemen kelas

Dosen pengampu:
ibu. Riana puspita sariee S.pd,,M.pd

 

 

 

 

Di susun oleh kelompok 1

1.     Gidalti karubaba

2.     Rati. Msiren

3.     Sofia rumbino

 

 

 

PROGRAM STUDI GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

TAHUN 2023

 

 

 

 

Kata pengantar

 

Puji syukur kami panjantkan kehadirat Tuhan yang maha esa, yang atas  berkatnya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ” PENGATURAN RUANG KELAS”” . penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang di berikan dalam mata kuliah MANAJEMEN KELAS di universitas cendrawasih.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada Teknik penulisan  maupun materi,mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini

Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan terimah kasih yang sebesar besarnya kepada pihak pihak yang membantu  dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini

 

 

 

 

Uncen biak/04/042023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar isi

Kata pengantar…………………………………………………………………………………………………………………………..

Daftar isi……………………………………………………………………………………………………………………………………

Bab 1 pendahuluan

A.      Latar belakang……………………………………………………………………………………………………………..

B.      Rumusan masalah……………………………………………………………………………………………………….

C.      Tujuan…………………………………………………………………………………………………………………………

Bab 2 pembahasan

Pendekatan dalam manajemen kelas …………………………………………………………………………………..

a.       Pendekatan otoriter………………………………………………………………………………………………….

b.       Pendekatan intimidasi……………………………………………………………………………………………..

c.       Pendekatan permisif…………………………………………………………………………………………………

d.       Pendekatan  intrusional……………………………………………………………………………………………

e.       Pendekatan proses kelompok…………………………………………………………………………………..

f.        Pendekatan sosiemosional……………………………………………………………………………………….

g.       Pendekatan buku masak /resep……………………………………………………………………………….

h.       Pendekatan Perubahan perilaku………………………………………………………………………………

i.         Pendekatan ekletik………………………………………………………………………………………………….

Bab 3 penutup

a.       Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………………

b.       Saran ………………………………………………………………………………………………………………………

c.       Daftar isi………………………………………………………………………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1 PENDAHULUAN

A Latar Belakang

Mengelola kelas merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Guru yangsudah berpengalaman maupun guru pemula sering sering kali menemukan berbagai masalah terkait dengan pengelolaan kelas. Hal seperti itu sangatlahwajar, karena yang dihadapi oleh guru dalam mengelola kelas bukan hanyasarana fisik, melainkan pula peserta didik yang multikarakteristik.Tentunya masalah tersebut tidak dapat dihindari oleh seorang guru,tidak mungkin pula seorang guru memaksakan kepada peserta didiknya untukmemiliki pemikiran dan keinginan atas kemauan yang sama. Sehingga permasalahan pokok dalam mengelola kelas adalah peserta didik itu sendiri.Oleh sebab itu, diperlukan berbagai langkah pendekatan yang tepatdalam kegiatan manajemen kelas dan setiap guru sebagai seorang manajerkelas dituntut untuk dapat memahami serta menguasai berbagai pendekatantersebut.

B. Rumusan Masalah

1. Pengertian pendekatan manajemen kelas

2. Tujuan pendekatan manajemen kelas

3. Macam-macam pendekatan manajemen kelas

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian pendekatan manajemen kelas

2. Untuk memahami tujuan pendekatan manajemen kelas

3. Untuk mengetahui pendekatan manajemen kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2 PEMBAHASAN

A.      Pengertian Pendekatan Manajemen Kelas

Kata pendekatan sering disinonimkan dengan kata approach yang berasal dari bahasa Inggris. Pendekatan secara bahasa berasal dari kata dekatyang berarti pendek, tidak jauh atau hampir. Sementara pendekatan secara bahasa dapat diartikan sebagai proses atau cara perbuatan mendekati. Tetapisecara istilah, pendekatan bersifat aksiomatis ( dapat diterima sebagaikebenaran tanpa pembuktian) dan menyatakan suatu pendirian, filsafat,keyakinan atau paradigma terhadap subject matter.

1.       Makna pendekatan pada dasarnya merupakan cara pandang seseorangterhadap suatu subjek. Sehingga pendekatan dalam manajemen kelas dapatdiartikan sebagai cara pandang seorang guru dalam kegiatan pengelolaankelas. Cara pandang tersebut kemudian menjadi semacam garis pedoman( guideline) bagi seorang guru dalam mengelola kelas. Adapun pendekatanmerupakan unsur penting yang harus dikuasai pengajar sebelummempersiapkan perencanaan pembelajaran .Guru dalam pelaksanaan manajemen kelas tentunya banyak cara atau pendekatan yang diterapkan dan diharapkan sistem manajemen kelas agarlebih ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, seorang guru harus cermat dan tepatdalam memilih dan melaksanakan pendekatan yang ada agar sesuai dengansituasi dan kondisi kelas.

 

B.      Tujuan Pendekatan Manajemen Kelas

Pendekatan peserta didik ada berbagai macam jenis dan pendidik harusmampu mengaplikasikan pendekatan tersebut di kelas sesuai dengan kondisi,situasi, dan kebutuhan peserta didik maupun pendidik itu sendiri. Tujuan gurumenerapkan pendekatan manajemen kelas adalah

1.       Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajarmaupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didikuntuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

2.       Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnyainteraksi belajar-mengajar.

3.       Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukungdan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungansosial, emosional, dan intelektual peserta didik dalam kelas.

4.  Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-  sifat individunya.

       C.    Macam-Macam Pendekatan Manajemen Kelas

Berikut ini akan diuraikan sepuluh pendekatan yang dapat diterapkanoleh guru. Guru dalam hal ini dituntut untuk terampil memilih atau bahkanmemadukan pendekatan yang dianggapnya meyakinkan untuk menanganikasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang dihadapinya.Kemungkinan dari hasil diagnosis memutuskan menggunakan pendekatan A,tetapi setelah diterapkan ternyata gagal, kemudian situasi tersebut dianalisiskembali, akhirnya sampai pada kesimpulan guru harus menerapkan alternatifkedua, ketiga, kombinasi .Berikut penjelasan tentang sepuluh pendekatan yang akan dibahas bahas

 

A.      PENDEKATAN OTORITER (KEKUASAAN)

 

Kekuasaan berasal dari kuasa yang berarti kemampuan ataukesanggupan, kekuatan, wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan, pengaruh, mampu, kesanggupan, dan orang yang diserahi wewenang.Sementara kekuasaan dapat diartikan sebagai kemampuan untukmenyuruh, memerintah, mengatur, menguasai, dan sebagainya.Kelemahan pendekatan otoriter ialah janganlah dipandang sebagaistrategi yang bersifat mengintimidasi. Guru yang mempraktikan pendekatan otoriter tidak memaksakan kepatuhan , merendahkan pesertadidik, dan tidak bertindak kasar. Guru otoriter bertindak untukkepentingan peserta didik dengan menerapkan disiplin yang tegas.Sedangkan kelebihan pendekatan otoriter adalah menawarkan limastrategi yang dapat diterapkan dalam mengatur kelas, yaitu (1)menetapkan dan menegakkan peraturan; (2) memberikan perintah, pengarahan dan pesan; (3) menggunakan teguran; (4) menggunakan pengendalian dengan mendekati; dan (5) menggunakan pemisahan dan pengecualian.

 

B.      PENDEKATAN PERMISIF (KEBEBASAN)

Pendekatan permisif (kebebasan) adalah pendekatan yangmenekankan perlunya memaksimalkan kebebasan siswa. Bebas berartilepas sama sekali, tidak terhalang, terganggu dan sebagainya sehinggadapat bergerak dan berbicara secara leluasa. Membebaskan yang berartimemberikan keleluasaan untuk bergerak. Akan tetapi harus ada

a.       Peserta didik dapat bergerak bebas melakukan berbagai kegiatan didalam kelas yang terkait dengan kegiatan belajar.

b.       Peserta didik dibolehkan melakukan apa saja selama tidakmenyimpang ataupun melanggar aturan kelas yang telah disepakati bersama.

c.       Peserta didik boleh berekspresi dengan cara apapun selama tidakmengganggu teman sekelasnya pada keberlangsungan belajar-mengajar di dalam kelas.Dalam penggunaan pendekatan kebebasan, seorang guru harusmampu mengendalikan perilaku peserta didik dengan memegang teguh batasan-batasan kebebasan tersebut.

 

C.      PENDEKATAN INTIMIDASI

 Ancaman berasal dari kata ancam, kata kerjanya ancaman. Dapatdiartikan sebagai menyatakan maksud, niat, rencana untuk melakukansesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, dan mencelakakan pihak lain serta memberikanpertanda atau peringatan kemungkinan

 malapetaka atau akibat yang terjadi. Sementara dalam konteks pendekatan manajemen kelas ialah cara pandang guru bahwa perbuatanmengancam dapat dijadikan sebagai metode atau cara untukmenciptakan kelas yang kondusif.Kelemahan pendekatan ancaman ialah siswa merasa dikucilkan dantakut terhadap guru, selain itu kelemahan yang timbul dari penerapan ini juga dapat menumbuhkan sikap bermusuhan dan hubungan antara gurudan peserta didik. Sedangkan kelebihan pendekatan intimidasi adalah berguna dalam situasi tertentu dengan menggunakan teguran kerasdengan maksud untuk segera menghentikan perilaku siswa yang penyimpangannya berat. Guru harus bijak dalam menerapkan pendekatan ancaman kepada siswanya. Sebaiknya guru juga tidak terlalu berlebihan dalam memberikan hukuman kepada siswanya.

 

D.      PENDEKATAN INTRUSIONAL

Pengajaran berasal dari kata dasar ajar yang berarti petunjuk yangdiberikan kepada orang supaya diketahui dan dituruti. Dalam konteksmanajemen kelas dapat diartikan sebagai cara pandang yang beranggapan bahwa kelas yang kondusif dapat dicapai dengan kegiatan mengajar itusendiri. Untuk itu, sebelum mengajar seorang guru harus membuat perencanaan pengajaran dan harus melaksanakan kegiatan mengajarsesuai dengan apa yang telah direncanakannya. Dalam konteksmanajemen kelas, perencanaan pengajaran ini memiliki empat fungsi,yaitu:

a. Dapat dijadikan media untuk menemukan dan memecahkan masalah belajar di dalam kelas.

b. Dapat mengarahkan kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung didalam kelas.

c. Dapat dijadikan dasar dalam memanfaatkan berbagai sarana belajardi kelas.

d. Dapat dijadikan barometer untuk mengukur dan meramalkan hasilkegiatan belajar-mengajar yang hendak dicapai.Sebelum guru membuat perencanaan pengajaran harus melakukananalisis kemampuan awal dan karakteristik peserta didiknya, sangat perludilakukan mengingat peserta didik yang berada di dalam sebuah kelasmemiliki kemampuan dan karakteristik yang beragam walaupun mungkindalam hal usia, mereka relatif sama. Ada beberapa hal yang harusdiperhatikan oleh guru sebagai manajer kelas, yaitu:

a. Karakteristik yang terkait dengan kemampuan intelektual, bersikap,dan psikomotornya.

b. Karakteristik yang terkait dengan latar belakang peserta didik, baikagamanya, ekonomi, sosial, maupun budayanya.

c. Karakteristik yang terkait dengan sikap, perasaan, dan minatnya.Kelemahan pendekatan ini adalah cendrung memandang perilakuintruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utamamanajemen kelas yaitu mencegah timbulnya masalah manajerial danmenyelesaikan masalah manajerial kelas. Sedangkan kelebihan pendekatan intruksional adalah pendekatan bahwa manajerial yangefektif ialah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu.Guru dapat menggunakan berbagai cara antara lain 3

 

Menyampaikan kurikulum dan pembelajaran yang menarik, relevandan sesuai

Menerapkan kegiatan yang efektif

Menyediakan daftar kegiatan rutin kelas

Memberikan pengarahan yang jelas

 

E .PENDEKATAN PROSES KELOMPOK

Premis utama yang mendasari pendekatan proses kelompok adalahPada asumsi-asumsi bahwa: (1) kehidupan sekolah berlangsung dalamlingkungan kelompok, yakni kelompok kelas; (2) tugas pokok guruadalah menciptakan dan membina kelompok kelas yang kurang efektifdan produktif; (3) kelompok kelas adalah suatu sistem sosial yangmengandung ciri-ciri yang terdapat pada semua sistem sosial; dan (4) pengelolaan kelas oleh guru adalah menciptakan dan memelihara kondisikelas yang menunjang terciptanya suasana kelas yang menguntungkan

 

 

F  .PENDEKATAN IKLIM SOSIO-EMOSIONAL

Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinik, dan arena itu memberikan arti yangsangat penting pada hubungan antarpribadi. Pendekatan ini dibangun atasdasar asumsi bahwa manajemen kelas yang efektif ( dan pengajaran yangefektif) sangat tergantung pada hubungan yang positif antarpribadi daniklim kelas. Oleh karena itu, tugas pokok guru dalam manajemen kelasadalah membangun hubungan antarpribadi yang positif danmeningkatkan iklim sosio-emosional yang positif pula. Hal-hal yangmeliputi kondisi sosio-emosional adalah: (1) tipe kepemimpinan guru;(2) sikap guru; (3) suara guru; dan (4) pembinaan hubungan baik.

 

G .PENDEKATAN RESEP

Dalam konteks manajemen kelas, resep dapat diartikan sebagaiketerangan tentang cara bagaimana mengelola suatu kelas, yang terwujuddalam berbagai aturan-aturan kelas yang dibuat dan disepakati secara bersama-sama. Dengan demikian, pendekatan resep dapat diartikansebagai cara pandang guru yang berasumsi bahwa kelas dapat dikeloladengan baik melalui pembuatan dan penerapan aturan kelas.Pendekatan ini cenderung menumbuhkan sikap reaktif pada diriguru dalam mengatur kelas, biasanya memberikan reaksi terhadapmasalah tertentu dan sering menggunakan dalam jangka pendek. Adapunkelemahan pada pendekatan ini adalah apabila resep tertentu gagalmencapai tujuan, guru tidak dapat memilih alternatif lain, karena pendekatan ini bersifat mutlak. Sedangkan kelebihan pendekatan resepyaitu memiliki daftar tentang apa yang harus dilakukan dan apa yangtidak harus dilakukan.

 

H. PERUBAHAN PERILAKU

Pendekatan pengubahan perilaku didasarkan pada prinsip-prinsip psikologi behaviorisme. Prinsip utama yang mendasari pendekatan iniadalah perilaku merupakan hasil proses belajar. Prinsip ini berlaku baik bagi perilaku yang sesuai maupun perilaku yang menyimpang.Tugas pokok guru dengan demikian adalah menguasai danmenerapkan keempat proses yang telah terbukti ( bagi kaum behavioris)merupakan mengontrol tingkah laku manusia, yaitu (1) penguatan positif;(2) penghukuman; (3) penghilangan; dan (4) penguatan negative.

a.       Penguatan positif

 berupa memberikan stimulus positif, berupaganjaran atau pujian terhadap perilaku atau hasil yang memangdiharapkan, misalnya berupa ungkapan seperti:

“ nah seperti inikalau mengerjakan tugas, tulisannya rapi mudah dibaca”.

b.       Penghukuman

merupakan pemberian stimulus yang tidakmenyenangkan untuk menghilangkan dengan segera perilaku pesertadidik yang tidak di kehendaki. Sebagian menganggap bahwahukuman merupakan alat yang efektif untuk dengan segeramenghentikan tingkah laku yang tidak dikehendaki, sekaligusmerupakan contoh yang tidak dikehendaki bagi siswa lain.

c.       Penguatan negatif

adalah berupa peniadaan tingkah laku yang tidakdisukai (biasanya berupa hukuman) yang selalu diberikan kepadasiswa, karena siswa yang bersangkutan telah meninggalkan tingkahlaku yang menyimpang. Dengan penguatan negatif diharapkantingkah laku siswa yang lebih baik itu akan ditingkatkanfrekuensinya.

d.       Penghilangan

adalah upaya mengubah perilaku peserta didik dengancara menghentikan pemberian respons terhadap suatu perilaku pesertadidik yang semula dilakukan dengan respons tersebut

 

 

 

                      I .PENDEKATAN EKLEKTIK

Istilah pendekatan eklektik (eclectic counseling ) menunjuk padasuatu sistematika dalam konseling yang berpegang pada pandanganteoretis dan pendekatan ( approach), yang merupakan perpaduan dari berbagai unsur yang diambil atau dipilih dari beberapa konsepsi serta pendekatan. Konselor yang berpegang pada pola eklektik berpendapat bahwa mengikuti satu orientasi teoritis serta menerapkan satu pendekatansaja terlalu membatasi ruang gerak konselor. Oleh karena itu, konselormenggunakan variasi dari sudut pandangan, prosedur, dan tekniksehingga melayani masing-masing konsep sesuai dengan kebutuhannyadan sesuai dengan ciri khas dihadapinya.Hal ini dipertegas oleh Weber (1993) yang menyatakan bahwa pendekatan dengan cara menggabungkan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan manajemen kelas untuk menciptakan suatukebulatan atau keseluruhan yang bermakna, yang secara filosofis, teoritisatau psikologis yang dinilai benar, yang bagi guru merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasidisebut pendekatan eklektik. Guru harus mampu menyesuaikan dengankelas yang memiliki sifat kedinamisan yang tinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3 PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

1.       Pengertian Pendekatan Manajemen Kelas : pada dasarnya merupakan cara pandang seseorang terhadap suatu subjek, Sehingga pendekatan dalammanajemen kelas dapat diartikan sebagai cara pandang seorang gurudalam kegiatan pengelolaan kelas.

 

2.       Tujuan Pendekatan Manajemen Kelas:

a.       Mewujudkan situasi dan kondisi kelas.

b.       Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangiterwujudnya interaksi belajar-mengajar.

c.       Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yangmendukung dan memungkinkan peserta didik belajar.

d.       Membina dan membimbing peserta didik.

3.       Macam-Macam Pendekatan Manajemen Kelas :

a.       Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku.

b.       b.Pendekatan Iklim Sosio-Emosional

c.       Pendekatan Proses Kelompok

d.       Pendekatan Otoriter (Kekuasaan)

e.       Pendekatan Intimidasi (Ancaman)

f.        Pendekatan Permisif (Kebebasan)

g.       Pendekatan Reseph.

h.       Pendekatan Intruksional ( Pengajaran)

i.         Pendekatan Eklektik

j.         Pendekatan Analitik Pluralistik

B.      Saran

Demikian makalah yang telah kami rangkai untuk memenuhi tugasmata kuliah Manajamen Kelas. Semoga makalah ini kelak dapat memberikanmanfaat bagi pembaca. Dan semoga makalah yang telah kami buat, dapatdipergunakan dengan sebaik-baiknya

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gunawan, Imam. 2019. . Depok :Rajawali Pers.Prasetya, Udin Cahya Ari. 2016.

Dikutipdari http://manajemenkelasunikama.blogspot.com/2016/03/pendekatan-dalam manajemen-kelas.html?m=1: Pada tanggal 21 September 2019 pukul 20.58. Manajemen kelas : Teori dan Aplikasinya

 Pendekatan Dalam Manajemen Kelas.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH KEPRAMUKAAN :P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI

  Cover MAKALAH KEPRAMUKAAN   P3K POKOK POKOK PERTOLONGAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN DAN TRANSPORTASI   Dosen pengampuh matakul...