Manajemen
kelas
Pendekatan
dalam manajemen kelas
Dosen
pengampu:
ibu. Riana puspita sariee S.pd,,M.pd
Di susun
oleh kelompok 1
1. Gidalti
karubaba
2. Rati.
Msiren
3. Sofia
rumbino
PROGRAM STUDI GURU
SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU
PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
CENDERAWASIH
TAHUN 2023
Kata
pengantar
Puji syukur kami panjantkan kehadirat Tuhan yang maha esa,
yang atas berkatnya sehingga dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ” PENGATURAN RUANG KELAS”” .
penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang di berikan dalam mata
kuliah MANAJEMEN KELAS di universitas cendrawasih.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak
kekurangan baik pada Teknik penulisan
maupun materi,mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu,
kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini
Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan terimah kasih
yang sebesar besarnya kepada pihak pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini
Uncen biak/04/042023
Daftar isi
Kata pengantar…………………………………………………………………………………………………………………………..
Daftar isi……………………………………………………………………………………………………………………………………
Bab 1 pendahuluan
A.
Latar belakang……………………………………………………………………………………………………………..
B.
Rumusan masalah……………………………………………………………………………………………………….
C.
Tujuan…………………………………………………………………………………………………………………………
Bab 2 pembahasan
Pendekatan dalam manajemen kelas …………………………………………………………………………………..
a.
Pendekatan otoriter………………………………………………………………………………………………….
b.
Pendekatan intimidasi……………………………………………………………………………………………..
c.
Pendekatan permisif…………………………………………………………………………………………………
d.
Pendekatan
intrusional……………………………………………………………………………………………
e.
Pendekatan proses kelompok…………………………………………………………………………………..
f.
Pendekatan sosiemosional……………………………………………………………………………………….
g.
Pendekatan buku masak /resep……………………………………………………………………………….
h.
Pendekatan Perubahan perilaku………………………………………………………………………………
i.
Pendekatan ekletik………………………………………………………………………………………………….
Bab 3 penutup
a.
Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………………
b.
Saran ………………………………………………………………………………………………………………………
c.
Daftar isi………………………………………………………………………………………………………………….
BAB 1 PENDAHULUAN
A Latar Belakang
Mengelola kelas merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Guru
yangsudah berpengalaman maupun guru pemula sering sering kali menemukan
berbagai masalah terkait dengan pengelolaan kelas. Hal seperti itu
sangatlahwajar, karena yang dihadapi oleh guru dalam mengelola kelas bukan
hanyasarana fisik, melainkan pula peserta didik yang
multikarakteristik.Tentunya masalah tersebut tidak dapat dihindari oleh seorang
guru,tidak mungkin pula seorang guru memaksakan kepada peserta didiknya
untukmemiliki pemikiran dan keinginan atas kemauan yang sama. Sehingga
permasalahan pokok dalam mengelola kelas adalah peserta didik itu sendiri.Oleh
sebab itu, diperlukan berbagai langkah pendekatan yang tepatdalam kegiatan
manajemen kelas dan setiap guru sebagai seorang manajerkelas dituntut untuk
dapat memahami serta menguasai berbagai pendekatantersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian pendekatan manajemen kelas
2. Tujuan pendekatan manajemen kelas
3. Macam-macam pendekatan manajemen kelas
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pendekatan manajemen kelas
2. Untuk memahami tujuan pendekatan manajemen kelas
3. Untuk mengetahui pendekatan manajemen kelas
BAB 2 PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pendekatan Manajemen Kelas
Kata pendekatan sering disinonimkan
dengan kata approach yang berasal dari bahasa Inggris. Pendekatan secara bahasa
berasal dari kata dekatyang berarti pendek, tidak jauh atau hampir. Sementara
pendekatan secara bahasa dapat diartikan sebagai proses atau cara perbuatan
mendekati. Tetapisecara istilah, pendekatan bersifat aksiomatis ( dapat
diterima sebagaikebenaran tanpa pembuktian) dan menyatakan suatu pendirian,
filsafat,keyakinan atau paradigma terhadap subject matter.
1.
Makna pendekatan pada dasarnya merupakan cara
pandang seseorangterhadap suatu subjek. Sehingga pendekatan dalam manajemen
kelas dapatdiartikan sebagai cara pandang seorang guru dalam kegiatan
pengelolaankelas. Cara pandang tersebut kemudian menjadi semacam garis pedoman(
guideline) bagi seorang guru dalam mengelola kelas. Adapun pendekatanmerupakan
unsur penting yang harus dikuasai pengajar sebelummempersiapkan perencanaan
pembelajaran .Guru dalam pelaksanaan manajemen kelas tentunya banyak cara atau
pendekatan yang diterapkan dan diharapkan sistem manajemen kelas agarlebih
ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, seorang guru harus cermat dan tepatdalam
memilih dan melaksanakan pendekatan yang ada agar sesuai dengansituasi dan
kondisi kelas.
B.
Tujuan Pendekatan Manajemen Kelas
Pendekatan peserta didik ada berbagai macam
jenis dan pendidik harusmampu mengaplikasikan pendekatan tersebut di kelas
sesuai dengan kondisi,situasi, dan kebutuhan peserta didik maupun pendidik itu
sendiri. Tujuan gurumenerapkan pendekatan manajemen kelas adalah
1.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik
sebagai lingkungan belajarmaupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan
peserta didikuntuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat
menghalangi terwujudnyainteraksi belajar-mengajar.
3.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot
belajar yang mendukungdan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan
lingkungansosial, emosional, dan intelektual peserta didik dalam kelas.
4.
Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,
budaya serta sifat- sifat individunya.
C. Macam-Macam Pendekatan Manajemen Kelas
Berikut ini akan diuraikan sepuluh
pendekatan yang dapat diterapkanoleh guru. Guru dalam hal ini dituntut untuk
terampil memilih atau bahkanmemadukan pendekatan yang dianggapnya meyakinkan
untuk menanganikasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang
dihadapinya.Kemungkinan dari hasil diagnosis memutuskan menggunakan pendekatan
A,tetapi setelah diterapkan ternyata gagal, kemudian situasi tersebut
dianalisiskembali, akhirnya sampai pada kesimpulan guru harus menerapkan
alternatifkedua, ketiga, kombinasi .Berikut penjelasan tentang sepuluh
pendekatan yang akan dibahas bahas
A.
PENDEKATAN OTORITER (KEKUASAAN)
Kekuasaan berasal dari kuasa yang berarti kemampuan ataukesanggupan,
kekuatan, wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan, pengaruh, mampu,
kesanggupan, dan orang yang diserahi wewenang.Sementara kekuasaan dapat
diartikan sebagai kemampuan untukmenyuruh, memerintah, mengatur, menguasai, dan
sebagainya.Kelemahan pendekatan otoriter ialah janganlah dipandang
sebagaistrategi yang bersifat mengintimidasi. Guru yang mempraktikan pendekatan
otoriter tidak memaksakan kepatuhan , merendahkan pesertadidik, dan tidak
bertindak kasar. Guru otoriter bertindak untukkepentingan peserta didik dengan
menerapkan disiplin yang tegas.Sedangkan kelebihan pendekatan otoriter adalah
menawarkan limastrategi yang dapat diterapkan dalam mengatur kelas, yaitu
(1)menetapkan dan menegakkan peraturan; (2) memberikan perintah, pengarahan dan
pesan; (3) menggunakan teguran; (4) menggunakan pengendalian dengan mendekati;
dan (5) menggunakan pemisahan dan pengecualian.
B.
PENDEKATAN PERMISIF (KEBEBASAN)
Pendekatan permisif (kebebasan) adalah pendekatan yangmenekankan perlunya
memaksimalkan kebebasan siswa. Bebas berartilepas sama sekali, tidak terhalang,
terganggu dan sebagainya sehinggadapat bergerak dan berbicara secara leluasa.
Membebaskan yang berartimemberikan keleluasaan untuk bergerak. Akan tetapi
harus ada
a.
Peserta didik dapat bergerak bebas melakukan
berbagai kegiatan didalam kelas yang terkait dengan kegiatan belajar.
b.
Peserta didik dibolehkan melakukan apa saja
selama tidakmenyimpang ataupun melanggar aturan kelas yang telah disepakati
bersama.
c.
Peserta didik boleh berekspresi dengan cara
apapun selama tidakmengganggu teman sekelasnya pada keberlangsungan
belajar-mengajar di dalam kelas.Dalam penggunaan pendekatan kebebasan, seorang
guru harusmampu mengendalikan perilaku peserta didik dengan memegang teguh
batasan-batasan kebebasan tersebut.
C.
PENDEKATAN INTIMIDASI
Ancaman berasal dari kata ancam,
kata kerjanya ancaman. Dapatdiartikan sebagai menyatakan maksud, niat, rencana
untuk melakukansesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, dan
mencelakakan pihak lain serta memberikanpertanda atau peringatan kemungkinan
malapetaka atau akibat yang
terjadi. Sementara dalam konteks pendekatan manajemen kelas ialah cara pandang
guru bahwa perbuatanmengancam dapat dijadikan sebagai metode atau cara
untukmenciptakan kelas yang kondusif.Kelemahan pendekatan ancaman ialah siswa
merasa dikucilkan dantakut terhadap guru, selain itu kelemahan yang timbul dari
penerapan ini juga dapat menumbuhkan sikap bermusuhan dan hubungan antara
gurudan peserta didik. Sedangkan kelebihan pendekatan intimidasi adalah berguna
dalam situasi tertentu dengan menggunakan teguran kerasdengan maksud untuk
segera menghentikan perilaku siswa yang penyimpangannya berat. Guru harus bijak
dalam menerapkan pendekatan ancaman kepada siswanya. Sebaiknya guru juga tidak
terlalu berlebihan dalam memberikan hukuman kepada siswanya.
D.
PENDEKATAN INTRUSIONAL
Pengajaran berasal dari kata dasar ajar yang berarti petunjuk
yangdiberikan kepada orang supaya diketahui dan dituruti. Dalam
konteksmanajemen kelas dapat diartikan sebagai cara pandang yang beranggapan
bahwa kelas yang kondusif dapat dicapai dengan kegiatan mengajar itusendiri.
Untuk itu, sebelum mengajar seorang guru harus membuat perencanaan pengajaran
dan harus melaksanakan kegiatan mengajarsesuai dengan apa yang telah
direncanakannya. Dalam konteksmanajemen kelas, perencanaan pengajaran ini
memiliki empat fungsi,yaitu:
a. Dapat dijadikan media untuk menemukan dan memecahkan masalah belajar
di dalam kelas.
b. Dapat mengarahkan kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung didalam
kelas.
c. Dapat dijadikan dasar dalam memanfaatkan berbagai sarana belajardi
kelas.
d. Dapat dijadikan barometer untuk mengukur dan meramalkan hasilkegiatan
belajar-mengajar yang hendak dicapai.Sebelum guru membuat perencanaan
pengajaran harus melakukananalisis kemampuan awal dan karakteristik peserta
didiknya, sangat perludilakukan mengingat peserta didik yang berada di dalam
sebuah kelasmemiliki kemampuan dan karakteristik yang beragam walaupun
mungkindalam hal usia, mereka relatif sama. Ada beberapa hal yang
harusdiperhatikan oleh guru sebagai manajer kelas, yaitu:
a. Karakteristik yang terkait dengan kemampuan intelektual, bersikap,dan
psikomotornya.
b. Karakteristik yang terkait dengan latar belakang peserta didik,
baikagamanya, ekonomi, sosial, maupun budayanya.
c. Karakteristik yang terkait dengan sikap, perasaan, dan
minatnya.Kelemahan pendekatan ini adalah cendrung memandang
perilakuintruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utamamanajemen
kelas yaitu mencegah timbulnya masalah manajerial danmenyelesaikan masalah
manajerial kelas. Sedangkan kelebihan pendekatan intruksional adalah pendekatan
bahwa manajerial yangefektif ialah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu.Guru
dapat menggunakan berbagai cara antara lain 3
➢Menyampaikan kurikulum dan pembelajaran yang
menarik, relevandan sesuai
➢Menerapkan kegiatan yang efektif
➢Menyediakan daftar kegiatan rutin kelas
➢Memberikan pengarahan yang jelas
E .PENDEKATAN PROSES KELOMPOK
Premis utama yang mendasari pendekatan proses kelompok adalahPada
asumsi-asumsi bahwa: (1) kehidupan sekolah berlangsung dalamlingkungan
kelompok, yakni kelompok kelas; (2) tugas pokok guruadalah menciptakan dan
membina kelompok kelas yang kurang efektifdan produktif; (3) kelompok kelas
adalah suatu sistem sosial yangmengandung ciri-ciri yang terdapat pada semua
sistem sosial; dan (4) pengelolaan kelas oleh guru adalah menciptakan dan
memelihara kondisikelas yang menunjang terciptanya suasana kelas yang
menguntungkan
F .PENDEKATAN IKLIM
SOSIO-EMOSIONAL
Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada
psikologi penyuluhan klinik, dan arena itu memberikan arti yangsangat penting
pada hubungan antarpribadi. Pendekatan ini dibangun atasdasar asumsi bahwa
manajemen kelas yang efektif ( dan pengajaran yangefektif) sangat tergantung
pada hubungan yang positif antarpribadi daniklim kelas. Oleh karena itu, tugas
pokok guru dalam manajemen kelasadalah membangun hubungan antarpribadi yang
positif danmeningkatkan iklim sosio-emosional yang positif pula. Hal-hal
yangmeliputi kondisi sosio-emosional adalah: (1) tipe kepemimpinan guru;(2)
sikap guru; (3) suara guru; dan (4) pembinaan hubungan baik.
G .PENDEKATAN RESEP
Dalam konteks manajemen kelas, resep dapat diartikan sebagaiketerangan
tentang cara bagaimana mengelola suatu kelas, yang terwujuddalam berbagai
aturan-aturan kelas yang dibuat dan disepakati secara bersama-sama. Dengan
demikian, pendekatan resep dapat diartikansebagai cara pandang guru yang
berasumsi bahwa kelas dapat dikeloladengan baik melalui pembuatan dan penerapan
aturan kelas.Pendekatan ini cenderung menumbuhkan sikap reaktif pada diriguru
dalam mengatur kelas, biasanya memberikan reaksi terhadapmasalah tertentu dan sering
menggunakan dalam jangka pendek. Adapunkelemahan pada pendekatan ini adalah
apabila resep tertentu gagalmencapai tujuan, guru tidak dapat memilih
alternatif lain, karena pendekatan ini bersifat mutlak. Sedangkan kelebihan
pendekatan resepyaitu memiliki daftar tentang apa yang harus dilakukan dan apa
yangtidak harus dilakukan.
H. PERUBAHAN PERILAKU
Pendekatan pengubahan perilaku didasarkan pada prinsip-prinsip psikologi
behaviorisme. Prinsip utama yang mendasari pendekatan iniadalah perilaku
merupakan hasil proses belajar. Prinsip ini berlaku baik bagi perilaku yang
sesuai maupun perilaku yang menyimpang.Tugas pokok guru dengan demikian adalah
menguasai danmenerapkan keempat proses yang telah terbukti ( bagi kaum
behavioris)merupakan mengontrol tingkah laku manusia, yaitu (1) penguatan
positif;(2) penghukuman; (3) penghilangan; dan (4) penguatan negative.
a.
Penguatan positif
berupa memberikan stimulus
positif, berupaganjaran atau pujian terhadap perilaku atau hasil yang
memangdiharapkan, misalnya berupa ungkapan seperti:
“ nah seperti inikalau mengerjakan tugas, tulisannya rapi mudah dibaca”.
b.
Penghukuman
merupakan pemberian stimulus yang tidakmenyenangkan untuk menghilangkan
dengan segera perilaku pesertadidik yang tidak di kehendaki. Sebagian menganggap
bahwahukuman merupakan alat yang efektif untuk dengan segeramenghentikan
tingkah laku yang tidak dikehendaki, sekaligusmerupakan contoh yang tidak
dikehendaki bagi siswa lain.
c.
Penguatan negatif
adalah berupa peniadaan tingkah laku yang tidakdisukai (biasanya berupa
hukuman) yang selalu diberikan kepadasiswa, karena siswa yang bersangkutan
telah meninggalkan tingkahlaku yang menyimpang. Dengan penguatan negatif
diharapkantingkah laku siswa yang lebih baik itu akan ditingkatkanfrekuensinya.
d.
Penghilangan
adalah upaya mengubah perilaku peserta didik dengancara menghentikan
pemberian respons terhadap suatu perilaku pesertadidik yang semula dilakukan
dengan respons tersebut
I .PENDEKATAN EKLEKTIK
Istilah
pendekatan eklektik (eclectic counseling ) menunjuk padasuatu sistematika dalam
konseling yang berpegang pada pandanganteoretis dan pendekatan ( approach),
yang merupakan perpaduan dari berbagai unsur yang diambil atau dipilih dari
beberapa konsepsi serta pendekatan. Konselor yang berpegang pada pola eklektik
berpendapat bahwa mengikuti satu orientasi teoritis serta menerapkan satu
pendekatansaja terlalu membatasi ruang gerak konselor. Oleh karena itu,
konselormenggunakan variasi dari sudut pandangan, prosedur, dan tekniksehingga
melayani masing-masing konsep sesuai dengan kebutuhannyadan sesuai dengan ciri
khas dihadapinya.Hal ini dipertegas oleh Weber (1993) yang menyatakan bahwa
pendekatan dengan cara menggabungkan semua aspek terbaik dari berbagai
pendekatan manajemen kelas untuk menciptakan suatukebulatan atau keseluruhan
yang bermakna, yang secara filosofis, teoritisatau psikologis yang dinilai
benar, yang bagi guru merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu
yang sesuai dengan situasidisebut pendekatan eklektik. Guru harus mampu
menyesuaikan dengankelas yang memiliki sifat kedinamisan yang tinggi
BAB 3 PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Pengertian Pendekatan Manajemen Kelas : pada
dasarnya merupakan cara pandang seseorang terhadap suatu subjek, Sehingga pendekatan
dalammanajemen kelas dapat diartikan sebagai cara pandang seorang gurudalam
kegiatan pengelolaan kelas.
2.
Tujuan Pendekatan Manajemen Kelas:
a.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas.
b.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangiterwujudnya
interaksi belajar-mengajar.
c.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot
belajar yangmendukung dan memungkinkan peserta didik belajar.
d.
Membina dan membimbing peserta didik.
3.
Macam-Macam Pendekatan Manajemen Kelas :
a.
Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku.
b.
b.Pendekatan Iklim Sosio-Emosional
c.
Pendekatan Proses Kelompok
d.
Pendekatan Otoriter (Kekuasaan)
e.
Pendekatan Intimidasi (Ancaman)
f.
Pendekatan Permisif (Kebebasan)
g.
Pendekatan Reseph.
h.
Pendekatan Intruksional ( Pengajaran)
i.
Pendekatan Eklektik
j.
Pendekatan Analitik Pluralistik
B.
Saran
Demikian makalah yang telah kami rangkai untuk memenuhi tugasmata kuliah
Manajamen Kelas. Semoga makalah ini kelak dapat memberikanmanfaat bagi pembaca.
Dan semoga makalah yang telah kami buat, dapatdipergunakan dengan
sebaik-baiknya
DAFTAR
PUSTAKA
Gunawan, Imam. 2019. . Depok :Rajawali Pers.Prasetya,
Udin Cahya Ari. 2016.
Dikutipdari http://manajemenkelasunikama.blogspot.com/2016/03/pendekatan-dalam
manajemen-kelas.html?m=1: Pada tanggal 21 September 2019 pukul 20.58. Manajemen
kelas : Teori dan Aplikasinya
Pendekatan
Dalam Manajemen Kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar